Kilasbisnis.com, Surabaya -- Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono menerjunkan Pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) selama sepekan untuk memperkuat pemadaman dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Timur. Penyiapan personel ditandai melalui Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10).
Langkah antisipasi ini diambil meski jumlah titik api di Jawa Timur terpantau mulai menurun. Hasil pemantauan mencatat karhutla masih tersebar di sembilan wilayah dengan skala yang relatif kecil.
Baca juga: Perkuat Sinergi Kamtibmas, Kapolda Jatim Gelar Silaturahmi Bersama BEM se-Jawa Timur
"Sesuai arahan Bapak Presiden dan penekanan Bapak Kapolri, penanggulangan karhutla di Jawa Timur harus maksimal. Walau titik api berkurang, kita tidak boleh lengah karena potensi kebakaran baru masih sangat mungkin terjadi selama kemarau," ujar Dekananto.
Fokus Pemadaman hingga Penegakan Hukum
Dekananto menegaskan operasi pasukan BKO tidak hanya menyasar pemadaman di lapangan. Personel juga diinstruksikan melakukan upaya preventif serta mendukung penegakan hukum pidana terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polda Jatim Gandeng Ojol Jaga Kamtibmas
Guna memastikan penanganan tepat sasaran, Polda Jatim memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI, BPBD, hingga pemerintah daerah setempat.
Selain fokus penanganan, keselamatan personel di area kebakaran turut menjadi prioritas. Para komandan lapangan diminta mengontrol kesiapan dan alat pelindung diri personel sebelum diterjunkan ke titik api.
Baca juga: Kapolda Jatim Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Surabaya
Penugasan pasukan BKO dijadwalkan berlangsung hingga 27 Oktober 2026. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk opsi pergeseran maupun penambahan personel di lapangan.
Editor : Redaksi