Kilasbisnis.com, Gorontalo - Tambang Emas Pani membawa para karyawannya masuk ke ruang kelas. Bukan untuk bicara soal tambang semata, melainkan mengenalkan dunia kerja, pilihan profesi, hingga pentingnya keberanian anak-anak dalam menata cita-cita.
Program itu digelar melalui Kelas Inspirasi dalam Corporate Volunteer Program (CVP) Bakti Merdeka. Sebanyak 262 siswa dari empat sekolah di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, ikut dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: EMAS Produksi 1.818 Ounce Emas pada Kuartal I 2026
Kelas Inspirasi ini digelar pada 14-15 Juli 2026. Program tersebut melibatkan 10 karyawan dari Tambang Emas Pani dan kantor pusat Merdeka di Jakarta. Tambang Emas Pani sendiri dikembangkan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS), bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA).
Empat sekolah yang menjadi sasaran kegiatan ini yakni SDN 02 Buntulia, SDN 04 Buntulia, SDN 05 Buntulia, dan SMPN 02 Buntulia SATAP. Dalam pelaksanaannya, Tambang Emas Pani berkolaborasi dengan tim dari Indonesia Mengajar.
Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari Program Pengajar Merdeka Pohuwato (PMP). Selama setahun terakhir, PMP menjadi salah satu program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tambang Emas Pani di sektor pendidikan.
Para relawan yang turun ke kelas berasal dari berbagai bidang kerja. Ada yang berlatar belakang Human Resources, Compliance, Occupational Health and Safety (OHS), IT, Technical Services, hingga Supply Chain Management.
Mereka memperkenalkan ragam profesi kepada para siswa. Anak-anak juga diajak memahami pengalaman kerja, budaya keselamatan, kepedulian terhadap lingkungan, dan gambaran kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.
Tema yang diangkat adalah "Adventure: Bhinneka Cita Tunggal Carita". Lewat tema itu, kegiatan dibuat interaktif dengan pendekatan belajar sambil bermain.
Bagi anak-anak di Buntulia, ruang kelas selama dua hari itu menjadi tempat bertemu dengan dunia yang lebih luas. Profesi yang sebelumnya mungkin terdengar jauh, diperkenalkan langsung oleh orang-orang yang menjalaninya setiap hari.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pameran hasil karya siswa. Pameran ini mendokumentasikan perjalanan Program Pengajar Merdeka Pohuwato selama satu tahun, sekaligus menunjukkan perkembangan kreativitas peserta didik.
Baca juga: Merdeka Gold Kantongi Dukungan Global untuk IPO di HKEX
CSR Manager Tambang Emas Pani, Mahesha Lugiana, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan membangun kualitas sumber daya manusia lokal secara berkelanjutan.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan daya saing daerah. Melalui Program Pengajar Merdeka Pohuwato dan Kelas Inspirasi, kami ingin memperluas wawasan siswa mengenai berbagai peluang karier sekaligus membangun kepercayaan diri mereka untuk meraih cita-cita. Kami berharap semakin banyak talenta muda Pohuwato yang kelak mampu mengambil peran dalam pembangunan daerahnya sendiri,” ungkap Mahesha.
Program sukarelawan karyawan ini juga sejalan dengan strategi keberlanjutan MDKA. Dalam delapan pilar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, pendidikan menjadi salah satu prioritas.
Bagi perusahaan, investasi sosial di bidang pendidikan dipandang sebagai fondasi untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri. Di sisi lain, penguatan SDM lokal juga menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan wilayah operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato, Iskandar Datau, mengapresiasi kontribusi Tambang Emas Pani dalam memperkuat kualitas pendidikan di daerah. Menurutnya, program semacam ini dapat membuka wawasan siswa terhadap masa depan.
"Pemerintah daerah mendukung agar program seperti ini terus berkembang dan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lainnya. Anak-anak perlu diperkenalkan sejak dini terhadap berbagai pilihan profesi dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja di masa depan." ujar Iskandar.
Keterlibatan karyawan sebagai relawan menjadi salah satu poin penting dalam program ini. Mereka tidak hanya hadir sebagai pekerja di industri tambang, tetapi juga sebagai figur yang berbagi pengalaman langsung kepada siswa.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, dan organisasi pendidikan, Tambang Emas Pani berharap program ini dapat terus berlanjut. Targetnya, ekosistem pendidikan di Pohuwato makin kuat dan mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, percaya diri, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Dengan pendekatan seperti ini, isu pertambangan tidak hanya dibicarakan dari sisi produksi dan investasi. Di Pohuwato, Tambang Emas Pani mencoba masuk lewat jalur yang lebih mendasar: menyiapkan anak-anak lokal agar kelak punya ruang lebih besar untuk mengambil peran dalam pembangunan daerahnya sendiri. (*)
Editor : Redaksi