Kilasbisnis.com, Surabaya - Upaya mendorong komoditas kopi lokal menuju panggung dunia terus digencarkan. Bank Indonesia resmi menggelar sesi business matching dalam rangkaian Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 pada Sabtu (18/7/2026).
Agenda ini menjadi jembatan strategis yang mempertemukan langsung para pelaku usaha kopi hulu-hilir, lembaga pembiayaan, hingga jaringan buyer internasional. Hadirnya ruang negosiasi langsung ini membuka peluang besar bagi produk kopi premium Jawa Timur untuk menembus pasar-pasar baru di Timur Tengah.
Kopi Juara Asal Ijen Incar Pasar Dubai dan Saudi
PT Ijen Lestari Indonesia, produsen kopi asal Banyuwangi yang sukses menyabet juara satu ajang internasional Cup of Excellence (COE) dengan skor 91.41 poin, menjadi salah satu daya tarik utama.
Direktur PT Ijen Lestari Indonesia, Heri Ahmad Yulianto, mengungkapkan bahwa setelah berhasil menembus pasar Jerman dan Australia, kini mereka membidik pasar Timur Tengah dan sedang gencar mengirimkan sampel produk ke Eropa.
"Untuk kami ini ekspornya ketika kami sudah menjuarai tadi sudah dibeli sama Jerman kemudian sama Australia. Nah kita lagi mau mengembangkan lagi untuk ke middle is mungkin ke Dubai Saudi termasuk Jepang Singapore dan Malaysia," ujar Heri.
"Bahkan, kita juga sudah kirim sampel sampel produk yang sudah lebih ke hilir lagi nih kita sudah roasting artinya kita jadi biji kopi yang siap tadi kita roasting kemudian kita pasarkan sudah kita sampling juga ke Slovakia dan ke swiss," lanjutnya.
Harapan Solusi Agunan Kopi dan Skema Baru Pembiayaan
Meski telah menembus pasar ekspor dengan melibatkan ratusan petani di lereng Gunung Ijen, Heri tidak menampik bahwa persoalan modal dan jaminan (agunan) konvensional perbankan masih menjadi batu sandungan utama di tingkat tapak. Melalui forum BI ini, ia berharap skema dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bisa menjadi solusi.
"Jadi harapan kami dengan adanya JFF dengan bisnis matching yang pembiayaan kami berharap ada kontribusi dari pihak perbankan atau jasa lembaga keuangan yang mensupport kami untuk bisa lebih mengembangkan produk kita bisa diekspor ke lebih banyak negara," kata Heri.
Direktur PT Ijen Lestari Indonesia, Heri Ahmad Yulianto.
Dia sebutkan, salah satunya adalah masukan dari departemen keuangan BPD LH berkaitan dengan agunan pohon. Menurutnya, ini menjadi potensi baru yang bisa dikembangkan dan bisa difasilitasi agar menjadi solusi terkait kendala modal para petani.
"Kami akan coba lagi telusuri. Soalnya agunan pohon ini kan hal baru. Biasanya mereka kan minta agunan seperti tadi sertifikat dan lain sebagainya. Ya selama ini petani kan enggak punya," tutur Heri.
Buyer Yordania Lirik Keunikan Kopi Jatim untuk Geser Dominasi Brazil
Peluang ekspor PT Ijen Lestari Indonesia tampaknya terbuka lebar seiring hadirnya Muhammad Ramadhan BA., MA., PhD, perwakilan buyer dari Yordania. Ramadhan mengakui bahwa pasar Yordania mulai melirik rasa unik kopi Indonesia di luar dominasi pasokan dari Brazil dan Vietnam.
Ia sangat mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang menyelenggarakan forum bisnis efisien seperti ini dan mengaku tertarik dengan produk dari Ijen Lestari.
"Jujur saja kita sangat berterima kasih ya dengan bank Indonesia dikarenakan adanya program ini kita bisa bertemu dengan para supplier dan para pemilik usaha sehingga kita bisa langsung bertemu dengan mereka menanya produknya bertanya tentang harga barangnya dan lain sebagainya yang berkaitan dan kopi," ujar Ramadhan.
Dia berharap dengan adanya JCFF ada peluang baginya untuk membawa sampel sehingga peluang untuk ekspor menjadi terbuka ke negara-negara tersebut.
"Semoga adanya acara ini membuka peluang untuk kita bisa ekspor ke Jordan dan juga ke negara negara tetangga, InsyaAllah. Kita tadi sudah sempat bertemu dengan play dari lestari kita ada ambil natural apa gitu ya, itu termasuk ketika kita presentasikan dengan rekan kita yang ada di Jordan. Ini menarik karena unik. Termasuk baru dan unik," pungkas Ramadhan.
Editor : Redaksi