Kilasbisnis.com, Surabaya- Polda Jatim Gandeng 5 Pilar Tekan Angka Kecelakaan di Titik Rawan
Surabaya, CNN Indonesia -- Ditlantas Polda Jawa Timur memperkuat sistem Mahameru Quick Respon (MQR) guna menekan angka kecelakaan di titik rawan (black spot). Sistem ini kini mengintegrasikan kolaborasi lima pilar penanganan lalu lintas secara lintas instansi.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim AKBP Edith Yuswo Widodo mengungkapkan, pengembangan MQR melibatkan kepolisian, Dinas Perhubungan, PU Bina Marga, Dinas Kesehatan, hingga Forum Lalu Lintas.
"Inti penguatan ini adalah integrasi data dan tindakan mitigasi black spot. Data disatukan via program IRMS Korlantas Polri agar kebijakan tepat sasaran sesuai anatomi kecelakaan," ujar Edith, Rabu (21/10).
Sistem berbasis daring ini memungkinkan penanganan terkoordinasi hingga tingkat kabupaten/kota:
Dishub: Pengaturan rambu dan marka jalan.
PU Bina Marga: Perbaikan fisik dan konstruksi jalan.
Kepolisian: Pengetatan pengawasan dan patroli.
Pengawasan juga diperkuat secara digital melalui integrasi lebih dari 1.500 kamera CCTV dari pengelola jalan tol Jasa Marga hingga pemda setempat. Kamera ini memantau arus lalu lintas sekaligus merekam bukti kejadian secara akurat.
Selain pemetaan area black spot, pergerakan personel di lapangan kini dapat dipantau langsung melalui perangkat kendaraan patroli. Langkah terpadu ini diharapkan mampu menurunkan angka fatalitas kecelakaan di Jawa Timur secara berkelanjutan.
Editor : Redaksi