Kilasbisnis.com, Surabaya- Universitas Negeri Surabaya atau Unesa memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 berlangsung ramah bagi peserta disabilitas. Hingga hari ini, kampus tersebut telah melayani lima peserta disabilitas dengan skema pendampingan khusus dan sistem ujian yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta.
Ketua Pusat UTBK Unesa Prof. Dr. Martadi, M.Sn. mengatakan peserta disabilitas yang mengikuti tes mendapat layanan sesuai dengan kondisi mereka.
Baca juga: Unesa Tangani Dugaan Kecurangan UTBK-SNBT 2026 di Surabaya
Untuk peserta tuna netra, Unesa menempatkan mereka dalam satu ruangan dan menyediakan pendamping khusus bagi masing-masing peserta.
Soal ujian disampaikan melalui audio atau voice yang dapat didengar langsung melalui headset.
“Jadi setiap peserta didampingi satu orang,” ujar Martadi.
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan tes, para peserta disabilitas telah terlayani dengan baik.
Tidak ada keluhan terkait suara maupun jaringan, sehingga proses ujian dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.
Menurut dia, soal yang diterima peserta tuna netra tetap sama seperti peserta lainnya dari sisi jumlah, waktu pengerjaan, dan tingkat kesulitan. Perbedaannya hanya terletak pada format penyajian soal.
Baca juga: Reformasi Pasar Modal Dipercepat, Daya Tarik Indonesia ke Investor Global Menguat
“Soalnya kan hitam, tidak ada di layar. Suaranya lewat audio, yang mendengarkan hanya pesertanya. Jadi peserta juga tidak tahu soalnya karena teksnya tidak ada. Yang ada hanya warna hitam dan suara yang disalurkan melalui headset langsung kepada peserta,” kata Martadi.
Sementara itu, Koordinator Umum UTBK Unesa Dr. Sukarmin, M.Pd.
menegaskan, Unesa tidak membatasi jumlah pendaftar dari kalangan disabilitas.
Selain melalui jalur tes yang sedang berlangsung, calon mahasiswa disabilitas juga masih memiliki kesempatan untuk mendaftar melalui jalur mandiri khusus disabilitas yang akan dibuka pada 15 Mei 2026.
“Kalau mereka belum diterima, masih ada kesempatan melalui jalur mandiri khusus disabilitas. Pendaftarannya dibuka 15 Mei,” ujarnya.
Baca juga: Polda Jatim Ungkap Produksi MinyaKita Ilegal,Tetapkan 4 Tersangka
Ia menambahkan, jalur tersebut menjadi bagian dari komitmen Unesa untuk memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh calon mahasiswa.
Dengan demikian, peserta disabilitas yang belum lolos pada seleksi sebelumnya tetap memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan di Unesa.
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Unesa juga menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas terus diperluas melalui penyesuaian teknis, pendampingan personal, dan jalur penerimaan khusus.
Skema ini diharapkan memberi ruang yang lebih luas bagi calon mahasiswa disabilitas untuk menempuh pendidikan tinggi sesuai bidang yang diminati. (Nik)
Editor : Redaksi