Kilasbisnis.com, Jakarta - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengenai kinerja operasional dan keuangan perseroan pada kuartal I 2026.
Kuartal I 2026 menjadi tonggak penting bagi EMAS seiring dimulainya produksi komersial Tambang Emas Pani. Perseroan membukukan pendapatan perdana sebesar US$2,6 juta setelah merealisasikan penjualan emas pertama pada Maret 2026.
Baca juga: Merdeka Gold Kantongi Dukungan Global untuk IPO di HKEX
Sepanjang kuartal tersebut, Tambang Emas Pani memproduksi 1.818 ounce emas dan 3.500 ounce perak. Capaian ini menandai transisi EMAS dari perusahaan yang berfokus pada pengembangan menjadi produsen emas.
Baca juga: Kokola Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Luncurkan Varian Eksklusif Cookie Land
Kinerja awal Tambang Emas Pani ditopang oleh harga emas yang tetap tinggi, dengan margin tunai mencapai US$3.921 per ounce. EMAS juga menyatakan tetap berada di jalur untuk mencapai target produksi 100.000-115.000 ounce emas sepanjang 2026 seiring peningkatan produksi secara bertahap pada fase ramp-up.
Selain mencatat produksi dan penjualan perdana, EMAS mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana untuk prospek Kolokoa. Penambahan tersebut meningkatkan total inventaris sumber daya mineral Tambang Emas Pani menjadi sekitar 7,4 juta ounce emas.
Pada periode yang sama, EMAS juga menyelesaikan pencatatan sekunder di Main Board Hong Kong Stock Exchange (HKEX) melalui skema Hong Kong Depositary Receipts (HDR). Langkah ini memperluas akses perseroan terhadap investor internasional sekaligus menjadi salah satu pencapaian penting bagi EMAS dan pasar modal Indonesia.
Editor : Redaksi