Pelindo Gandeng BNN dan BPBD Surabaya Edukasi Anak Lewat Portground

Reporter : Ardhia Putri

Kilasbisnis.com, Surabaya – PT Pelindo Terminal Petikemas (Pelindo TPK) menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menggelar program edukasi Portground Vol. 1. Kegiatan ini mengajak anak-anak mengenal dunia kepelabuhanan, bahaya narkotika, serta pentingnya kesiapsiagaan bencana melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan pelabuhan.

Program yang digelar di Terminal Petikemas Surabaya itu diikuti siswa kelas V dan VI Sekolah Dasar (SD) serta kelas VII dan VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Baca juga: Mogers Gelar Gombloh Bukan Hanya di Radio, Kenang Warisan Sang Legenda

Minat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Dari kuota 50 peserta, sebanyak 555 anak tercatat mendaftarkan diri untuk mengikuti Portground Vol. 1.

Selama kegiatan, peserta diajak melihat langsung aktivitas bongkar muat peti kemas sekaligus memahami peran pelabuhan dalam mendukung distribusi barang dan perekonomian nasional.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan Portground merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai peran strategis pelabuhan.

"Pembentukan awareness sejak dini adalah investasi jangka panjang. Melalui Portground, kami ingin mengajak anak-anak melihat langsung aktivitas di pelabuhan, memahami bagaimana barang-barang yang mereka gunakan sehari-hari dapat sampai ke berbagai daerah, serta menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kepelabuhanan. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi para peserta," ujarnya.

Menurut Widyaswendra, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan edukasi mengenai dunia kepelabuhanan memiliki daya tarik bagi anak maupun orang tua. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak generasi muda memahami peran pelabuhan dalam mendukung konektivitas nasional.

Selain mengenal aktivitas pelabuhan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dari BNN Kota Surabaya. Kepala BNN Kota Surabaya Heru Prasetyo mengatakan edukasi tersebut sejalan dengan program Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).

"Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta berani menolak hal-hal negatif. Melalui kegiatan seperti Portground ini, edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan, menyenangkan, dan mudah diterima," kata Heru.

Sementara itu, BPBD Kota Surabaya memberikan materi mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Tim Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya, Nadya Sukma Batubara, menilai pengetahuan dasar mengenai kondisi darurat perlu dikenalkan sejak usia dini.

"Keselamatan adalah pengetahuan dasar yang penting dimiliki oleh setiap anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan langkah-langkah sederhana terkait kesiapsiagaan, apa yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat, serta pentingnya tidak panik dan mengikuti arahan petugas," ujar Nadya.

Salah satu peserta, Raff Yehezkiel Hutapea dari SD Bunga Bangsa Surabaya, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena dapat melihat langsung aktivitas di terminal peti kemas.

"Saya senang bisa melihat pelabuhan dari dekat. Jadi tahu kalau terminal peti kemas itu besar sekali dan banyak barang dikirim lewat kapal," ujarnya.

Orang tua peserta, Lysa Octaviani, menilai Portground menjadi alternatif kegiatan liburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat.

"Kegiatan ini menjadi pengalaman yang baik untuk mengisi liburan anak secara produktif. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar hal baru tentang pelabuhan, bahaya narkotika, dan keselamatan. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga kesempatan anak-anak mengenal dunia pelabuhan semakin luas," katanya.

Melalui kolaborasi Pelindo TPK, BNN Kota Surabaya, dan BPBD Kota Surabaya, Portground Vol. 1 diharapkan menjadi awal dari program edukasi kepelabuhanan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membangun kesadaran anak-anak mengenai keselamatan, kesehatan, dan peran pelabuhan sejak dini.

Jika ingin lebih menyerupai hard news CNN Indonesia, naskah ini juga bisa dipangkas menjadi sekitar 500–600 kata dengan kutipan yang lebih singkat dan fokus pada nilai berita di paragraf awal.

Baca juga: Polda Jatim Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Tekankan Pengabdian untuk Masyarakat

– PT Pelindo Terminal Petikemas (Pelindo TPK) menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menggelar program edukasi Portground Vol. 1. Kegiatan ini mengajak anak-anak mengenal dunia kepelabuhanan, bahaya narkotika, serta pentingnya kesiapsiagaan bencana melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan pelabuhan. Selasa (7/7/2026)

Program yang digelar di Terminal Petikemas Surabaya itu diikuti siswa kelas V dan VI Sekolah Dasar (SD) serta kelas VII dan VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Minat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Dari kuota 50 peserta, sebanyak 555 anak tercatat mendaftarkan diri untuk mengikuti Portground Vol. 1.

Selama kegiatan, peserta diajak melihat langsung aktivitas bongkar muat peti kemas sekaligus memahami peran pelabuhan dalam mendukung distribusi barang dan perekonomian nasional.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan Portground merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai peran strategis pelabuhan.

"Pembentukan awareness sejak dini adalah investasi jangka panjang. Melalui Portground, kami ingin mengajak anak-anak melihat langsung aktivitas di pelabuhan, memahami bagaimana barang-barang yang mereka gunakan sehari-hari dapat sampai ke berbagai daerah, serta menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kepelabuhanan. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi para peserta," ujarnya.

Menurut Widyaswendra, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan edukasi mengenai dunia kepelabuhanan memiliki daya tarik bagi anak maupun orang tua. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak generasi muda memahami peran pelabuhan dalam mendukung konektivitas nasional.

Selain mengenal aktivitas pelabuhan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dari BNN Kota Surabaya. Kepala BNN Kota Surabaya Heru Prasetyo mengatakan edukasi tersebut sejalan dengan program Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).

"Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta berani menolak hal-hal negatif. Melalui kegiatan seperti Portground ini, edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan, menyenangkan, dan mudah diterima," kata Heru.

Baca juga: Polda Jatim Ungkap 195 Kasus 3C Sepanjang Juni 2026, 222 Tersangka Diamankan

Sementara itu, BPBD Kota Surabaya memberikan materi mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Tim Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya, Nadya Sukma Batubara, menilai pengetahuan dasar mengenai kondisi darurat perlu dikenalkan sejak usia dini.

"Keselamatan adalah pengetahuan dasar yang penting dimiliki oleh setiap anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan langkah-langkah sederhana terkait kesiapsiagaan, apa yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat, serta pentingnya tidak panik dan mengikuti arahan petugas," ujar Nadya.

Salah satu peserta, Raff Yehezkiel Hutapea dari SD Bunga Bangsa Surabaya, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena dapat melihat langsung aktivitas di terminal peti kemas.

"Saya senang bisa melihat pelabuhan dari dekat. Jadi tahu kalau terminal peti kemas itu besar sekali dan banyak barang dikirim lewat kapal," ujarnya.

Orang tua peserta, Lysa Octaviani, menilai Portground menjadi alternatif kegiatan liburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat.

"Kegiatan ini menjadi pengalaman yang baik untuk mengisi liburan anak secara produktif. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar hal baru tentang pelabuhan, bahaya narkotika, dan keselamatan. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga kesempatan anak-anak mengenal dunia pelabuhan semakin luas," katanya.

Melalui kolaborasi Pelindo TPK, BNN Kota Surabaya, dan BPBD Kota Surabaya, Portground Vol. 1 diharapkan menjadi awal dari program edukasi kepelabuhanan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membangun kesadaran anak-anak mengenai keselamatan, kesehatan, dan peran pelabuhan sejak dini.

Jika ingin lebih menyerupai hard news CNN Indonesia, naskah ini juga bisa dipangkas menjadi sekitar 500–600 kata dengan kutipan yang lebih singkat dan fokus pada nilai berita di paragraf awal.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru