Kapolda Jatim Tekankan Profesionalisme Penggunaan Senjata Api Sesuai SOP

Reporter : Gede FS

Kilasbisnis.com, Surabaya -- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto menegaskan penggunaan senjata api oleh anggota Polri hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. Penggunaannya harus sesuai ketentuan hukum, dilakukan secara profesional, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pernyataan itu disampaikan Nanang saat membuka Lomba Menembak Kapolda Jatim Cup 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Tembak Mapolda Jatim, Rabu (8/7). Kegiatan tersebut diikuti para kapolres dan personel jajaran Polda Jawa Timur.

Baca juga: Peralihan Konsumsi Pertamax ke Pertalite di Jatim Hingga 10 persen

Nanang mengatakan kejuaraan menembak menjadi bagian dari pembinaan kemampuan personel, terutama bagi anggota yang memiliki kewenangan menggunakan senjata api dalam pelaksanaan tugas.

Menurut dia, kegiatan itu tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis menembak, tetapi juga membangun disiplin, pengendalian diri, ketangguhan mental, serta pemahaman terhadap aspek keselamatan dan tanggung jawab dalam penggunaan senjata api.

"Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi sarana pembinaan kemampuan, kedisiplinan, dan profesionalisme personel dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian," kata Nanang.

Ia menegaskan kemampuan menggunakan senjata api secara aman, tepat, dan sesuai prosedur harus terus dipelihara melalui latihan yang terukur dan berkelanjutan.

Baca juga: Unesa dan KONI Pusat Bedah Buku Sports Intelligence, Dorong Olahraga Berbasis Data Menuju Indonesia Emas 2045

Menurut Nanang, dalam doktrin kepolisian modern, senjata api bukan merupakan alat utama dalam pelaksanaan tugas. Senjata api hanya digunakan apabila benar-benar diperlukan dengan mengacu pada prinsip legalitas, nesesitas, proporsionalitas, akuntabilitas, serta standar operasional prosedur yang berlaku.

"Senjata api bukan alat utama dalam bertugas, melainkan alternatif terakhir. Setiap peluru yang dilepaskan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara hukum, prosedur, maupun moral," ujarnya.

Nanang juga mengingatkan seluruh personel bahwa setiap tindakan anggota Polri kini menjadi perhatian publik. Karena itu, profesionalisme, kecermatan, dan akuntabilitas harus menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas.

Baca juga: Mogers Gelar Gombloh Bukan Hanya di Radio, Kenang Warisan Sang Legenda

Ia mengatakan kemampuan personel harus terus ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan, dan evaluasi secara berkelanjutan agar siap menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan itu, Nanang juga mengajak seluruh jajaran menguatkan semangat "Jogo Jatim" sebagai komitmen Polda Jawa Timur untuk menjaga keamanan serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

"'Jogo Jatim' bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kita bersama untuk menjaga keamanan, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sehingga situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif," katanya.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru