Kilasbisnis.com, Surabaya - Kokoon Hotel Surabaya mempertahankan program Cooking Class sebagai salah satu pengalaman unggulan bagi wisatawan mancanegara. Program berbasis budaya dan kuliner ini rutin diikuti tamu asing setiap bulan, baik yang menginap di hotel maupun peserta dari luar hotel.
Wisata kuliner tidak selalu berhenti di meja makan. Di Kokoon Hotel Surabaya, pengalaman itu dimulai dari pasar tradisional, berlanjut dengan naik becak, lalu ditutup dengan memasak hidangan khas Indonesia bersama chef hotel.
Program Cooking Class itu bukan agenda baru. Namun, Kokoon Hotel Surabaya menyebut aktivitas tersebut tetap menjadi salah satu signature experience yang diminati wisatawan mancanegara. Bagi hotel yang mengusung kekayaan budaya dan sejarah, kelas memasak menjadi cara untuk memperkenalkan Surabaya dari sisi yang lebih dekat: dapur, pasar, dan interaksi sehari-hari warga kota.
Rangkaian kegiatan dimulai dari Pasar Pabean, salah satu pasar tradisional bersejarah di Surabaya. Di sana, peserta diajak memilih bahan-bahan segar sekaligus berinteraksi dengan pedagang. Aktivitas tawar-menawar menjadi bagian dari pengalaman yang jarang ditemukan dalam perjalanan wisata biasa.
Setelah berbelanja, peserta kembali ke Kokoon Hotel Surabaya menggunakan becak. Transportasi tradisional ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam program tersebut. Dari pasar yang riuh, perjalanan kemudian beralih ke suasana hotel di kawasan kolam renang lantai dua.
Di lokasi itu, peserta mengikuti sesi memasak bersama chef profesional. Mereka mempraktikkan langsung cara membuat tiga hidangan khas Indonesia, yakni Lumpia Sayur, Ayam Garang Asem, dan Serabi Kucur.
Setiap tahapan memasak didampingi oleh chef. Selain menunjukkan teknik pengolahan, chef juga membagikan cerita di balik setiap sajian.
Setelah proses memasak selesai, seluruh hidangan yang dibuat peserta dinikmati bersama di area restoran hotel.
Assistant Marketing Communication Kokoon Hotel Surabaya, Tegar Kanugran, mengatakan minat wisatawan mancanegara terhadap program tersebut tetap terjaga dari waktu ke waktu.
"Minat wisatawan mancanegara terhadap Cooking Class tetap konsisten dari waktu ke waktu. Di setiap bulan selalu ada tamu yang memilih mengikuti program ini karena mereka ingin mengenal budaya Indonesia melalui cara yang lebih dekat dan interaktif. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan kualitas pengalaman yang kami hadirkan," ujar Tegar Kanugran.
Menurut Tegar, kelas memasak itu menunjukkan bahwa pengalaman wisata berbasis budaya dan kuliner masih memiliki daya tarik kuat bagi tamu asing. Program tersebut memberi ruang bagi wisatawan untuk tidak hanya mencicipi makanan Indonesia, tetapi juga memahami proses, suasana, dan cerita di baliknya.
Dari Pasar Pabean, becak, hingga meja makan, wisatawan diajak melihat Surabaya bukan hanya sebagai kota tujuan, tetapi juga sebagai pengalaman yang bisa disentuh, dimasak, dan dirasakan langsung. (Nik)
Editor : Sekar Arum Catur