Bogasari Gandeng SMKN 2 Pandeglang Kembangkan Teaching Factory

Reporter : Ardhia Putri

Kilasbisnis.com, Pandeglang — PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari resmi bekerja sama dengan SMKN 2 Pandeglang, Banten, untuk mengembangkan program Teaching Factory (TEFA) bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Aula SMKN 2 Pandeglang, Kamis (3/9/2026). MoU diteken Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 2 Pandeglang Rohmatul Fajri dan Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma serta Vice President Human Resource Bogasari Anwar.

Baca juga: 40 Praktisi Sustainability Studi Banding ke Pabrik Bogasari

Erwin mengatakan SMKN 2 Pandeglang menjadi SMK pertama di Banten yang bekerja sama dengan Bogasari dalam pengembangan kurikulum TEFA.

"Melalui kerja sama ini, Bogasari akan mendukung pengajaran, penyelarasan kurikulum, pelatihan siswa dan guru, serta program magang," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9).

Menurut dia, kesempatan magang tidak hanya tersedia di pabrik Bogasari, tetapi juga di sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) mitra perusahaan. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan sekaligus jiwa kewirausahaan siswa.

Kerja sama ini merupakan bagian dari program CSR Bogasari Mengajar yang telah berjalan lebih dari 25 tahun. Program tersebut mencakup magang industri, penelitian skripsi, kunjungan akademik, observasi penugasan mata kuliah, dan kelas praktisi mengajar.

Bogasari menyebut setiap tahun mereka menerima hingga sekitar 1.000 siswa dan mahasiswa untuk program magang.

Pelatihan Cookies
Usai penandatanganan MoU, Bogasari memberikan pelatihan TEFA kepada 14 guru dan 68 siswa kelas XI jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 3-4 September, dipandu baker senior Bogasari Baking Center (BBC) Irvan Indrayana. Peserta mempelajari enam resep, yakni Chocolate Chip Cookies, Kaastangels, Nastar Spesial, Lidah Kucing Cokelat Keju, Putri Salju, dan Red Velvet Soft Cookies.

Baca juga: 16 Ribu Mahasiswa Unesa Belajar di Masyarakat Lewat Program Mobilitas Akademik

Keenam produk tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan produksi dan penjualan TEFA SMKN 2 Pandeglang menjelang Lebaran 2027.

Irvan mengatakan pelatihan tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan kue, tetapi juga mencakup teori, kandungan gizi, hingga penghitungan harga pokok penjualan (HPP) dan keuntungan.

"Jadi siswa dan guru tidak hanya bisa membuat produk, tetapi juga memahami bagaimana menghitung biaya dan menentukan harga jual," ujarnya.

Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang Rohmatul Fajri mengatakan kerja sama tersebut menjadi kesempatan bagi sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa. SMKN 2 Pandeglang sendiri baru ditetapkan sebagai TEFA dan ditargetkan berkembang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Baca juga: Pelindo Gandeng BNN dan BPBD Surabaya Edukasi Anak Lewat Portground

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Dede Rukhyati berharap kerja sama selama dua tahun tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan produk berbasis potensi lokal.

Ia mencontohkan inovasi produk seperti roti berbahan durian yang merupakan salah satu komoditas daerah.

Dede juga berharap pengetahuan yang diperoleh dari kerja sama tersebut dapat ditularkan kepada SMK lain di Pandeglang, khususnya yang memiliki jurusan tata boga atau kuliner.

"Harapannya, lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha," kata Dede.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru