Kilasbisnis.com, Jakarta -
Kilasbisnis.com, Jakarta - UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur mencatat transaksi sebesar Rp19,4 miliar dalam ajang Karya Kreatif Indonesia atau KKI 2026.
KKI 2026 menjadi momentum bagi UMKM binaan BI Jatim untuk memperluas pasar dan membuka peluang kemitraan bisnis. Melalui kegiatan business matching, pelaku UMKM dapat bertemu calon mitra, memperluas jaringan usaha, dan menjangkau pasar yang lebih besar.
Selain transaksi bisnis, penjualan produk wastra dan fesyen UMKM binaan BI Jatim juga menunjukkan kinerja positif.
Tujuh UMKM Wastra dan Laras Nusantara yang mengikuti pameran luring KKI 2026 membukukan penjualan sebesar Rp4,33 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 228% dibandingkan penjualan pada KKI 2025 yang mencapai Rp1,34 miliar.
Ketujuh UMKM itu yakni Jokotole, Al-Warist Batik, Hadi Batik Podhek, Gedog Zaenal Tuban, Canting Wira, Namira Ecoprint, dan Batik Radhika.
Peningkatan penjualan itu didukung bertambahnya jumlah UMKM yang lolos kurasi KKI, semakin beragamnya produk, serta pengembangan koleksi ready to wear yang menyasar lebih banyak segmen konsumen.
Promosi yang semakin agresif, baik kepada pelanggan lama maupun konsumen baru, juga turut mendorong peningkatan transaksi selama pameran.
Secara nasional, KKI 2026 mencatat total penjualan Rp177,21 miliar hingga 23 Agustus 2026. Sementara business matching ekspor mencatat transaksi Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara.
Adapun business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar. Nilai tersebut meningkat 30,3% dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan KKI tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi produk UMKM. Menurutnya, KKI juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem berkelanjutan bagi pengembangan UMKM.
“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan,” ujar Aida dalam seremoni penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Dia menyebut penguatan ekosistem UMKM perlu dilakukan melalui kolaborasi, inovasi, digitalisasi, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.
KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Hampir 560 UMKM di antaranya berpartisipasi secara luring dengan menampilkan produk wastra, ready to wear, makanan dan minuman, dekorasi rumah, hingga karya kreatif generasi muda.
Bagi UMKM binaan BI Jatim, capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas pasar dan mengembangkan kemitraan secara berkelanjutan. (Tap)
Editor : Redaksi