Kilasbisnis.com, Klaten - Apel tidak hanya tumbuh di kebun-kebun Kota Batu. Buah itu juga menyimpan ingatan tentang udara sejuk, perjalanan ke dataran tinggi, serta aroma segar yang melekat pada kota di sebelah barat Malang, Jawa Timur.
Ingatan tersebut diterjemahkan Sandika Natural melalui Appleia Extrait de Parfum. Jenama wewangian botani yang berbasis di Klaten itu merilis parfum edisi terbatas dengan inspirasi utama karakter apel hijau dari Batu.
Appleia dirancang untuk menghadirkan kesan segar, bersih, dan ringan seperti apel yang baru dipetik. UMKM asal Jawa Tengah ini, memadukan aroma apel hijau dengan bergamot dan jeruk manis pada lapisan awal parfum.
“Appleia bukan sekadar parfum beraroma buah biasa, melainkan fragmen waktu ketika alam memberikan aroma paling jujur dan menenangkan. Selama enam bulan kami menyempurnakan formulasi ini agar senyawa botani alaminya dapat beradaptasi dengan pH kulit setiap individu, menghasilkan jejak aroma yang personal dan eksklusif bagi setiap pemakainya,” kata Amanda Noor, pendiri Sandika Natural.
Aroma Apel yang Berlapis
Appleia Extrait de Parfum tidak hanya mengandalkan aroma buah. Setelah kesegaran apel hijau, bergamot, dan jeruk manis perlahan mereda, parfum ini memasuki lapisan tengah yang lebih lembut.
Lavender, ylang-ylang atau kenanga, serta bunga putih memberikan karakter yang menenangkan dan elegan. Pada lapisan akhir, aroma kayu lembut, clean musk, dan benzoin meninggalkan kesan hangat.
Diproduksi maksimal 100 botol, setiap botol memiliki nomor seri sebagai penanda edisi terbatas.
Komposisi tersebut membentuk perjalanan aroma secara bertahap. Appleia dibuka dengan kesegaran buah, beralih ke nuansa bunga, kemudian ditutup dengan karakter kayu dan musk yang lembut.
Sandika Natural menggunakan minyak atsiri alami atau pure essential oils dalam formulasi Appleia. Parfum ini juga memakai pelarut berbasis alkohol tebu dan diproduksi dalam jumlah terbatas.
Konsep itu dirangkum dalam filosofi “Limited by Nature: A Rare Scent That Might Never Return”. Ketersediaan Appleia bergantung pada bahan botani dan siklus panen musiman yang menjadi bagian dari cerita produk.
Merawat Cerita Alam melalui Wewangian
Bagi Sandika Natural, Appleia merupakan upaya menghadirkan pengalaman olfaktori yang berangkat dari kekayaan alam Indonesia. Apel hijau Batu dipilih bukan hanya karena citranya sebagai buah khas dataran tinggi, melainkan juga karena asosiasinya dengan kesejukan dan lanskap pegunungan.
Riset, formulasi, dan pengembangan Appleia berlangsung selama enam bulan, sejak Maret hingga Agustus 2026. Sandika Natural mempertahankan minyak atsiri lokal sebagai salah satu fondasi pengembangan produk wewangian berikutnya.
Merek tersebut juga menyatakan komitmennya untuk mengembangkan aroma yang mengangkat identitas flora Nusantara dan memperkuat ekosistem penyulingan lokal. Dengan pendekatan itu, bahan alam tidak hanya ditempatkan sebagai komponen produk, tetapi juga sebagai sumber cerita.
Botol yang Menyerupai Buah Apel
Cerita Appleia diteruskan melalui desain kemasannya. Parfum ini dikemas dalam botol kaca frosted dengan tutup kayu natural berbentuk bundar dan boks silinder.
Bentuk botol tersebut dirancang untuk menghadirkan sensasi menggenggam buah apel. Detail itu menjadi penghubung antara aroma yang terinspirasi dari kebun apel Batu dan pengalaman fisik ketika konsumen memegang produk.
Pengembangan kemasan dilakukan bersama Karyadigitalku.id, tim kreatif yang menangani strategi kampanye Appleia selama enam bulan. Tim tersebut terdiri atas Utita Su’ad sebagai project coordinator dan Giza Nabiela sebagai pengarah narasi serta strategi kreatif.

Menurut Utita, pencarian botol yang sesuai menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan Appleia. Jumlah produksi yang terbatas membuat tim harus bernegosiasi dengan vendor yang umumnya menetapkan jumlah pesanan minimum dalam skala besar.
“Proyek pertama ini penuh tantangan buat kami berdua. Dari mencari botol bulat agar pas digenggam seperti apel hingga bernegosiasi mengenai MOQ kecil khas UMKM. Namun kami lega ketika aroma nostalgia apel Batu ini akhirnya resmi dirilis sebagai parfum edisi terbatas bernomor seri,” ujar Utita.
Appleia Extrait de Parfum diproduksi maksimal 100 botol. Setiap botol dilengkapi nomor seri sebagai penanda edisi terbatas.
Produk tersebut dapat dipesan melalui akun Instagram resmi Sandika Natural, @sandikanatural, serta toko resmi Sandika Natural di Shopee.
Melalui Appleia, Sandika Natural menunjukkan bahwa parfum dapat menjadi lebih dari sekadar wewangian. Aroma dapat menjadi cara untuk menyimpan suasana, mengingat tempat, dan membawa pulang sepotong karakter Kota Batu dalam bentuk yang lebih personal.
Secara keseluruhan, Appleia memadukan kesegaran apel hijau, kelembutan bunga, serta kehangatan kayu dan musk dalam jumlah produksi yang terbatas. Berbasis di Klaten, Sandika Natural menempatkan produk ini sebagai bagian dari pengembangan wewangian botani yang mengangkat cerita alam Indonesia. (*)
Editor : Redaksi