Kilasbisnis.com,Jakarta — Sebanyak 40 praktisi dan pemerhati keberlanjutan (sustainability) yang tergabung dalam Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) melakukan studi banding ke pabrik Bogasari Flour Mills Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Kunjungan selama sekitar tiga jam itu diterima Vice President Engineering & Technology Bogasari bersama tim Sustainability Bogasari dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program field visit tahunan IS2P yang menjadi wadah bagi para profesional untuk mempelajari secara langsung penerapan praktik keberlanjutan di lapangan.
IS2P memilih Bogasari sebagai lokasi studi banding karena dinilai memiliki rekam jejak dan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang relevan sebagai salah satu rujukan praktik keberlanjutan di tingkat nasional, khususnya di sektor FMCG dan industri manufaktur skala besar.
Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), hingga perguruan tinggi. Sejumlah perusahaan yang mengirimkan perwakilan antara lain PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Tempo Scan, GoTo Group, Danone, PT Isores Sinergi Internasional, PT Gagas Inspirasi Nusantara, serta Purupiru Creative & Sustainability Communication.
Sementara dari kalangan akademisi, peserta berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Negeri Malang, Universitas Pancasila, dan Universitas Buddhi Dharma.
Dalam siaran pers yang dibagikan kepada wartawan, Jumat (7/8/2026), Vice President Engineering and Technology Divisi Bogasari Andry Wiryanto menyambut positif kunjungan tersebut.
Menurut Andry, Bogasari terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik keberlanjutan yang telah diterapkan di lingkungan operasional perusahaan.
Ia mengatakan komitmen Bogasari terhadap keberlanjutan mencakup sejumlah aspek, terutama efisiensi energi, pengelolaan sumber daya air, serta peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim.
“Bentuk nyata dari kontribusi ini dapat dilihat langsung di area operasional kami melalui pengelolaan limbah air secara efisien, penerapan rain water harvesting system untuk mengoptimalkan penggunaan air alami, hingga penanggulangan dan pengendalian banjir terintegrasi demi menjaga stabilitas lingkungan sekitar. Langkah-langkah strategis ini tidak lepas dari arahan dan komitmen kuat dari Direksi Indofood,” kata Andry.
Paparan Sustainability Indofood dan Bogasari
Dalam kunjungan tersebut, peserta mendapatkan paparan mengenai Indofood Group Sustainability Governance sebagai salah satu pilar tata kelola keberlanjutan perusahaan. Materi disampaikan Head of Sustainability Indofood Elly Putranti.
Paparan dilanjutkan Corporate Sustainability Manager Indofood Fernandus Satria yang menjelaskan langkah strategis Grup Indofood dalam membangun ketahanan iklim dan menurunkan emisi karbon.
Sementara itu, Manajer Energy Management System and Sustainability Bogasari Yoga memaparkan secara lebih spesifik praktik keberlanjutan yang diterapkan di lingkungan Bogasari.
Yoga mengatakan Bogasari pernah mencapai peringkat tertinggi dalam penilaian industri hijau selama tiga tahun berturut-turut.
Sejumlah praktik yang dipaparkan antara lain penerapan ISO 50001 Energy Management System yang berdampak pada efisiensi penggunaan energi, pengelolaan air melalui pemanenan air hujan untuk kebutuhan domestik, serta pengolahan air laut menjadi air tawar untuk kebutuhan produksi dan nonproduksi.
“Termasuk mengolah air limbah domestik untuk diolah kembali menjadi sumber air flushing toilet. Bahkan dalam rangka climate resilience, Bogasari memiliki flood protection dengan menggunakan polder system,” papar Yoga.
Setelah mengikuti paparan selama lebih dari satu jam di Auditorium Bogasari, rombongan IS2P diajak melihat sejumlah fasilitas di area pabrik yang menerapkan prinsip industri hijau.
Fasilitas tersebut antara lain pengolahan air laut melalui Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), panel kontrol pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), lahan nursery atau pembibitan puluhan jenis tanaman, termasuk mangrove, serta fasilitas dermaga Bogasari yang telah menerapkan konsep green port.
Rombongan juga mengunjungi pabrik pasta Bogasari yang disebut sebagai satu-satunya pabrik pasta di Indonesia saat ini.
IS2P Apresiasi Keterbukaan Bogasari
Ketua IS2P Satrio Dwi Prakoso mengapresiasi keterbukaan dan kesiapan Indofood serta Bogasari dalam menerima kunjungan para praktisi dan pemerhati keberlanjutan.
Menurut Satrio, antusiasme peserta terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi meski waktu persiapan dan pendaftaran relatif singkat.
“Apalagi waktu persiapan dan pendaftaran terhitung singkat, dan langsung diburu oleh para praktisi dan pemerhati sustainability,” ucap Satrio dalam sambutannya.
Para peserta turut mengapresiasi kegiatan studi banding yang digelar IS2P tersebut.
“Dari kunjungan ke Bogasari, kami melihat dan belajar tentang bagaimana keberlanjutan dijalankan, bukan sekadar untuk laporan bagi pemangku kepentingan, namun benar-benar berdampak positif bagi proses bisnis,” ujar Sam August Himmawan, Executive Director Purupiru Creative & Sustainability Communication.
Apresiasi serupa disampaikan Ike Noorhayati, Tenaga Ahli Utama di KAI Logistik. Ia mengapresiasi transparansi yang ditunjukkan Bogasari serta penerapan praktik keberlanjutan yang dapat dilihat secara langsung sepanjang tur.
“Saya bisa melihat ekosistem bisnis yang berhasil mengunci variabel sustainability hingga ke tingkat rantai pasok grup. Ini segar sekali secara operasional serta tampak komitmen dari direksi Indofood hingga ke seluruh anak usaha,” ujar Ike.
Menurut Ike, studi banding tersebut menunjukkan tata kelola keberlanjutan yang dibangun Grup Indofood tidak berhenti sebagai retorika di tingkat holding, tetapi diterapkan secara konkret melalui mandat kepemimpinan di tingkat direksi masing-masing anak perusahaan.
“Konsistensi dan dukungan eksekutif yang berjalan bertahun-tahun ini membuktikan bahwa integrasi keberlanjutan bisa menjadi bagian dari mekanika inti bisnis, bukan sekadar pelengkap laporan tahunan,” ucapnya.
Editor : Redaksi