PLN Nusantara Power Perkuat Transisi Energi Lewat PLTS Terapung Karangkates

Reporter : Gede FS
PLN Nusantara Power akan membangun PLTS Terapung Karangkates dengan kapasitas 100 MWac atau 133 MWp melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). . Proyek ini direncanakan akan selesai pada Januari 2027.

Kilasbisnis.com, Jakarta — PLN Nusantara Power melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables, mempercepat pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Proyek ini menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan transisi energi bersih di Indonesia.Rabu (11/3)

PLTS Terapung Karangkates dirancang memiliki kapasitas 100 MWac atau 133 MWp dan dikembangkan melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). Proyek ini memanfaatkan area waduk secara produktif untuk menghasilkan listrik berbasis energi baru terbarukan.

Baca juga: PLN Siagakan 5.524 Personel Jaga Keandalan Listrik Selama Ramadan-Idulfitri di Jatim

Pengembangan proyek tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah, rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PLN, serta agenda kemandirian energi nasional.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan proyek PLTS Terapung Karangkates menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam memperluas portofolio energi hijau di Indonesia.

“PLTS Terapung Karangkates menjadi langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan nasional. Proyek ini bukan hanya pembangunan pembangkit, tetapi juga wujud kolaborasi dan optimalisasi aset negara untuk menghadirkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien,” ujar Ruly.

Pengembangan PLTS ini didorong oleh sejumlah faktor, antara lain komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement, program swasembada energi pemerintah, serta optimalisasi pemanfaatan aset waduk yang telah tersedia. Selain itu, proyek ini merupakan bagian dari penugasan PT PLN (Persero) kepada PLN Nusantara Power sejak 2022.

Dari sisi progres, proyek telah melalui sejumlah tahapan penting. Setelah penyelesaian studi perencanaan dan kelayakan pada 2021–2022, salah satu tonggak terbaru ditandai dengan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026, yang menandai dimulainya fase konstruksi.

Sejumlah dokumen utama seperti KKPR PV Plant, AMDAL, dan KKPR SF telah diselesaikan. Sementara beberapa perizinan lanjutan, antara lain PPKH PV Plant SF, IPSDA, serta sebagian komponen LUA/RAUA, masih dalam proses dengan target penyelesaian pada Maret 2026.

Baca juga: PLN NP dan Geo Dipa Kerja Sama Kembangkan Energi Panas Bumi

Penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di area proyek juga telah rampung pada 31 Januari 2026.

Dari sisi teknis, proses persetujuan desain masih berlangsung. Pada tahap pengadaan, material floater untuk kapasitas awal 5 MW telah tiba di lokasi proyek. Proses fabrikasi modul surya, inverter, dan floater juga terus berjalan.

Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko, mengatakan proyek ini diharapkan memberikan dampak positif bagi sistem ketenagalistrikan dan masyarakat sekitar.

“PLTS Terapung Karangkates berpotensi melistriki sekitar 100 ribu rumah tangga serta menekan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun,” kata Ndaru.

Baca juga: PLN Nusantara Power Rampungkan Proyek ECRL Malaysia 15 Hari Lebih Cepat

Selain menyediakan listrik bersih, proyek ini juga diperkirakan membuka sekitar 600 lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menarik investasi internasional, serta meningkatkan potensi wisata di Kabupaten Malang.

Area waduk yang dimanfaatkan untuk proyek ini mencapai 71 hektare, atau sekitar 5,3 persen dari total area Waduk Karangkates.

Melalui pengembangan PLTS Terapung Karangkates, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya menghadirkan solusi energi bersih yang andal dan berkelanjutan guna mendukung masa depan energi Indonesia.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru