Apel Siaga Malam Takbir, Dirlantas Polda Jatim Klaim Siapkan Langkah Menyeluruh Jaga Kamtibmas

Reporter : Gede FS

Kilasbisnis.com, Surabaya - Polda Jawa Timur menggelar apel siaga pengamanan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah pada Kamis (19/3) sore.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim menyiapkan langkah antisipasi melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan Lebaran.

Baca juga: Gubernur Jatim Berangkatkan 4.000 Pemudik dengan 100 Bus

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan, masyarakat akan segera memasuki momen Idulfitri dalam satu hingga dua hari ke depan, seiring pelaksanaan sidang isbat penetapan 1 Syawal oleh pemerintah.

“Sebagian masyarakat akan melaksanakan salat Idulfitri keesokan harinya. Karena itu, kesiapan menghadapi tingginya aktivitas masyarakat menjadi hal penting,” ujar Iwan.

Ia menegaskan, salah satu fokus pengamanan adalah kegiatan malam takbiran. Masyarakat diimbau melaksanakan takbiran di masjid atau musala, tidak dengan konvoi kendaraan.

“Kami mengimbau takbiran dilakukan di tempat ibadah masing-masing, bukan berkeliling. Hal ini untuk mencegah kecelakaan lalu lintas maupun potensi gesekan,” katanya.

Untuk mendukung pengamanan, Polda Jatim menyiagakan personel di 168 pos pengamanan, 42 pos pelayanan, dan 24 pos terpadu yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur.

Menurut Iwan, setiap subsatgas telah menyiapkan prosedur penanganan sesuai kondisi di lapangan, terutama dalam mengantisipasi kepadatan dan pergerakan masyarakat.

Terkait arus mudik, ia menyebut puncak pergerakan secara nasional diperkirakan terjadi pada malam sebelumnya. Meski masih terdapat peningkatan arus dari Jakarta menuju Jawa Timur, kondisi di wilayah tersebut relatif terkendali.

Baca juga: Kapolri Tinjau Terminal Purabaya, Imbau Sopir Bus Utamakan Keselamatan Pemudik

Ia menjelaskan, Jawa Timur tidak menerapkan rekayasa lalu lintas one way seperti di Jawa Barat dan Jawa Tengah, melainkan menerima distribusi arus yang terpecah ke arah Yogyakarta dan Semarang.

“Data menunjukkan ada peningkatan arus sekitar 10 persen di sejumlah gerbang tol, seperti Ngawi dan Waru,” ujarnya.

Selain itu, kepadatan juga terjadi di rest area pada Rabu (18/3) malam, terutama di jalur dalam wilayah Jawa Timur. Sementara di jalur arteri, terjadi perlambatan di beberapa titik, meski belum menimbulkan kemacetan parah.

Pengamanan juga difokuskan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Polda Jatim berkoordinasi dengan Polda Bali untuk mengatur penyeberangan menjelang Hari Raya Nyepi.

Penyeberangan sempat ditutup pada pukul 17.00 WIB dan kondisi di Pelabuhan Ketapang dilaporkan lancar tanpa antrean.

Baca juga: Kapolri Tinjau Stasiun Gubeng, Minta Pelayanan Pemudik Dimaksimalkan

“Seluruh penumpang dan kendaraan dapat terangkut sebelum penutupan,” kata Iwan.

Ia menambahkan, penyeberangan akan kembali dibuka pada Jumat (20/3) pukul 06.00 WIB. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, disiapkan 35 kapal, termasuk kapal berkapasitas besar.

Di sisi lain, Iwan menyebut angka kecelakaan lalu lintas selama mudik 2026 secara nasional menunjukkan tren penurunan.

“Pencegahan terus kami kedepankan untuk menekan kecelakaan, khususnya yang berakibat fatal. Kami berkomitmen menjaga keamanan dan kelancaran selama arus mudik dan balik Lebaran,” ujarnya.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru