Kilasbisnis.com, Jakarta – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mulai mengoperasikan teknologi penangkapan karbon berbasis mikroalga di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta. Teknologi ini diklaim menjadi yang pertama digunakan di sektor ketenagalistrikan Indonesia.19 April 2026
Proyek carbon capture tersebut memanfaatkan teknologi fotobioreaktor (FBR) mikroalga yang telah beroperasi sejak akhir Maret 2026. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya PLN NP dalam mempercepat transisi energi sekaligus menekan emisi karbon.
Baca juga: Hadapi Geopolitik, PLN NP Jaga Stabilitas Listrik Nasional
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero), Hartanto Wibowo, mengatakan penangkapan emisi karbon menjadi langkah penting dalam proses dekarbonisasi.
“Emisi yang dihasilkan harus ditangkap melalui model carbon capture utilization and storage. Terobosan dari PLN Nusantara Power ini membuka peluang besar bagi Indonesia dalam menurunkan emisi karbon,” ujarnya.
Ia menambahkan, PLTGU Muara Karang juga menjadi salah satu pionir dalam pengembangan green hydrogen di Indonesia.
Teknologi yang digunakan memiliki kapasitas fotobioreaktor hingga 3.000 liter. Berdasarkan riset awal, tingkat efisiensi proses di dalam reaktor mencapai 70–90 persen, dengan rata-rata efisiensi penangkapan CO2 sekitar 75 persen.
Anggota Dewan Energi Nasional, Sripeni Inten Cahyani, mengapresiasi inovasi tersebut. Ia menilai Muara Karang kini menjadi pusat inovasi energi, termasuk dalam pengembangan green hydrogen dan carbon capture berbasis alga.
“Konsep yang diusung adalah green CCS, yakni memanfaatkan sumber daya yang sudah ada,” katanya.
Baca juga: PLN Nusantara Power Gandeng VOGO-ARSTROMA Kembangkan Industri Karbon
Tidak hanya menekan emisi, teknologi ini juga menghasilkan biomassa alga yang memiliki nilai ekonomi. Biomassa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami maupun pakan perikanan, sehingga mendukung konsep ekonomi sirkular.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan keberhasilan proyek ini akan menjadi dasar pengembangan teknologi serupa di pembangkit lain.
“Melalui teknologi ini, laju penangkapan emisi CO2 berkisar 70 hingga 90 persen dari gas buang. Selain itu, setiap bulan dihasilkan biomassa alga yang dapat diolah lebih lanjut,” ujarnya.
Baca juga: PLN Datangkan 6 IBT ke Banyuwangi, Perkuat Interkoneksi Listrik Jawa–Bali
PLN NP berencana mereplikasi inovasi ini di berbagai unit pembangkit guna memperluas dampak lingkungan sekaligus mendukung target net zero emission nasional.
PLTGU Muara Karang sendiri memiliki kapasitas terpasang sebesar 2.105 megawatt (MW) dan berperan penting dalam menyuplai listrik ke kawasan vital di Jakarta, termasuk Istana Presiden, gedung parlemen, kementerian, bandara internasional, hingga moda transportasi MRT.
Ke depan, PLN NP juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan teknologi rendah karbon serta memperkuat pemanfaatan karbon kredit dan pasar biomassa.
Editor : Redaksi