kilasbisnis.com,Surabaya 7 Juni 2026 – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali meraih penghargaan atas kinerja perusahaan di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Selain menerima penghargaan pada ajang Risk Award Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) 2025, TPS juga memperoleh penghargaan dalam Human Capital & Legal Forum 2026 sebagai “The Most Productive Terminal Award Based on BOPO” kategori anak perusahaan.
Penghargaan tersebut merupakan hasil upaya TPS dalam menjaga efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan yang tercermin melalui indikator BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional). Capaian ini juga didukung oleh konsistensi perusahaan dalam menerapkan manajemen risiko secara disiplin dan terintegrasi di seluruh lini bisnis.
Dalam ajang Risk Award SPTP 2025 yang diumumkan pada Rabu (3/6), TPS meraih tiga penghargaan tingkat anak perusahaan sebagai apresiasi atas penerapan manajemen risiko yang konsisten, yaitu:
Juara 2 Kategori RINDU (Risk Individu) yang diraih Cahya Ardie Firmansyah.
Juara 3 Kategori KANGEN (Kejuaraan Antar Risk Agent) yang diraih PT Terminal Petikemas Surabaya.
Juara 2 Kategori INTIM (Improvement Implementation) yang diraih PT Terminal Petikemas Surabaya.
Kategori RINDU menilai kontribusi individu dalam memperkuat budaya risiko di perusahaan. Kategori KANGEN berfokus pada kompetensi risk agent dalam implementasi tata kelola risiko, sedangkan kategori INTIM menilai keberhasilan implementasi program perbaikan dalam sistem manajemen risiko organisasi.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa predikat terminal paling produktif tidak hanya didukung oleh efisiensi operasional, tetapi juga oleh konsistensi penerapan budaya sadar risiko (risk awareness). Kedisiplinan dalam mengidentifikasi, mengelola, dan memitigasi risiko secara sistematis menjadi fondasi penting untuk menjaga keandalan layanan, efisiensi biaya, serta keberlanjutan kinerja perusahaan.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika Asih Palupi, mengatakan sinergi antara produktivitas dan manajemen risiko menjadi kunci dalam menghadapi dinamika industri kepelabuhanan yang semakin kompleks.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa disiplin serta konsistensi pengelolaan risiko berkorelasi erat dengan kinerja yang baik. TPS terus membangun budaya kerja yang menjadikan manajemen risiko sebagai bagian integral dalam setiap proses bisnis, sehingga mampu menjaga efisiensi, meningkatkan daya saing, serta memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Erika.
Manajemen TPS juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh TPS Familia atas keterlibatan aktif dalam pengelolaan bisnis sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Ke depan, TPS akan terus memperkuat implementasi Governance, Risk and Compliance (GRC) yang terintegrasi serta mendorong inovasi dan peningkatan produktivitas guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Editor : Redaksi