MENU Selasa, 12 Mei 2026 18:30 WIB
x kilasbisnis.com skyscraper
x kilasbisnis.com skyscraper

Perketat Pengawasan, Pemkot Semarang Evaluasi Retribusi Sampah

Kilasbisnis.com, Semarang - Perhatian terhadap potensi kebocoran retribusi sampah di Kota Semarang mendorong pemerintah kota memperketat pengawasan dan penertiban, khususnya pada sektor usaha. Upaya ini juga dibarengi dengan pembenahan sistem pembayaran untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

 Perketat Pengawasan Retribusi Sampah

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyoroti adanya potensi kebocoran dalam penerimaan retribusi sampah yang berdampak pada belum optimalnya pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah kota, terutama di tengah upaya menjaga stabilitas fiskal daerah. Pemkot Semarang kini mulai memperketat pengawasan dan penertiban, dengan fokus pada sektor perhotelan dan restoran yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap retribusi sampah.

Menurut Agustina, hasil evaluasi sementara menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara besaran pajak yang dibayarkan pelaku usaha dengan kewajiban retribusi sampah.

“Kalau pajaknya besar, seharusnya volume sampahnya juga besar. Tapi kenyataannya ada yang belum sesuai antara kewajiban retribusi dan aktivitas usahanya,” ujarnya.

Dorong Digitalisasi Pembayaran

Selain pengawasan, Pemkot Semarang juga mulai mengarahkan sistem pembayaran retribusi sampah secara digital sebagai langkah untuk meminimalkan potensi kebocoran di lapangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, mengatakan pihaknya telah melakukan pembenahan sistem internal, mulai dari petugas lapangan hingga pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

DLH juga memperketat standar operasional prosedur (SOP) serta menghapus sistem pembayaran tunai dalam layanan retribusi sampah.

“Sekarang pembayaran retribusi sampah melalui virtual account. Sudah tidak ada lagi pembayaran tunai lewat petugas,” kata Glory.

Evaluasi dan Pembenahan Berkelanjutan

Meski sistem digital telah diterapkan, pemerintah kota mengakui bahwa pelaksanaannya masih memerlukan penyesuaian di lapangan. Evaluasi terus dilakukan untuk memastikan sistem berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan.

Pemkot Semarang menegaskan akan terus melakukan penelusuran dan pembenahan terhadap pengelolaan retribusi sampah agar potensi penerimaan daerah dari sektor ini dapat dioptimalkan.

Sektor persampahan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pendapatan daerah, seiring meningkatnya kebutuhan layanan pengelolaan sampah di tengah pertumbuhan kawasan usaha dan permukiman di Kota Semarang. (*)

 

Berita Terbaru
Senin, 11 Mei 2026 19:32 WIB

Pemkab Kolaka Utara Tawarkan Cengkeh hingga Kakao untuk Gaet Investasi

Kilasbisnis.com, Surabaya - Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menggelar Kolaka Utara Industry, Trade and Investment Forum 2026 sebagai upaya membuka pintu
Minggu, 10 Mei 2026 12:19 WIB

Unesa dan Upaya Merawat Indonesia Lewat Musik

Kilasbisnis.com, Surabaya - Ada hari-hari ketika kampus tidak hanya menjadi tempat orang belajar dari buku, tetapi juga tempat orang belajar tentang bangsanya
Sabtu, 09 Mei 2026 15:27 WIB

Kampus Didorong Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual

Kilasbisnis.com, Surabaya - Kampus tak bisa lagi sekadar jadi ruang belajar. Di dalamnya, pencegahan kekerasan seksual harus diperlakukan sebagai bagian dari
Sabtu, 09 Mei 2026 15:16 WIB

Kampus Didorong Masukkan Pencegahan Kekerasan Seksual ke Kurikulum

Kilasbisnis.com, Surabaya - Kampus didorong memasukkan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual ke dalam kurikulum serta memberikan pembekalan khusus kepada
Jumat, 08 Mei 2026 12:06 WIB

ETF Kian Dilirik Investor Pemula, BEI Dorong Edukasi Pasar Modal

Kilasbisnis.com, Surabaya - Instrumen investasi Exchange Traded Fund atau ETF mulai menarik perhatian di pasar modal Indonesia, terutama di kalangan investor
Jumat, 08 Mei 2026 08:30 WIB

Frank & co. Gelar Pameran 30 Tahun di Surabaya, Angkat Evolusi Berlian dan Makna Cinta

Kilasbisnis.com, Surabaya - Frank & co. melanjutkan perayaan tiga dekade perjalanannya melalui pameran bertajuk 30 Years of Real Love: Frankly That’s Love yang