Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Dorong Pemanfaatan AI untuk Keamanan Publik Lewat KREAFEST 2026

Reporter : Gede FS

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Dorong Pemanfaatan AI untuk Keamanan Publik Lewat KREAFEST 2026

Kilasbisnis.com ,Surabaya -- Polda Jawa Timur mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung keamanan publik melalui ajang KREAFEST 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Baca juga: Donor Darah SIER Himpun 157 Kantong, Antusiasme Warga Mengalir di Peringatan Hari Donor Sedunia

Salah satu kegiatan dalam festival tersebut adalah Lomba Video Berbasis AI bertema AI for Public Safety. Kompetisi ini menjadi wadah kolaborasi bagi pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, akademisi, media, hingga masyarakat umum untuk menghasilkan karya digital yang edukatif dan inspiratif.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan keniscayaan yang harus disikapi secara bijak. Menurutnya, kemajuan teknologi, termasuk AI, membawa dampak positif sekaligus tantangan yang perlu dikelola dengan baik.

"Teknologi bisa membawa dampak positif maupun negatif. Karena itu, pemanfaatannya harus diarahkan pada hal-hal yang baik, yang mampu menghadirkan edukasi, inspirasi, dan manfaat bagi masyarakat," kata Nanang saat pengumuman pemenang lomba di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Kamis (25/6).

Nanang menilai generasi muda memiliki kemampuan besar dalam menguasai teknologi digital. Karena itu, diperlukan ruang kreatif yang dapat menyalurkan potensi tersebut ke arah yang produktif.

Menurutnya, lomba video berbasis AI yang digelar Polda Jatim merupakan upaya membuka ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang sehat. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai terobosan yang pertama kali digelar di lingkungan kepolisian daerah.

"Kami menangkap peluang bahwa dunia Artificial Intelligence menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi berbagai kalangan. Karena itu, kami memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kreativitasnya melalui karya-karya positif," ujarnya.

Nanang juga mengingatkan bahwa transformasi digital turut menghadirkan berbagai tantangan di ruang siber, mulai dari kejahatan digital, provokasi, penyebaran hoaks, hingga konten negatif.

Baca juga: TPS Salurkan Bahan Pangan Murah di Kecamatan Pakal melalui Program DOKAR

Karena itu, ia berharap karya-karya berbasis AI dapat menjadi sarana edukasi yang membantu meredam potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ruang digital.

"Melalui karya kreatif yang mengedukasi dan menginspirasi, kita bisa menangkal hoaks, mencegah penyebaran konten negatif, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Nanang juga mengajak seluruh elemen masyarakat menggelorakan semangat Jogo Jatim sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, situasi kamtibmas yang kondusif menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan KREAFEST 2026 diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Baca juga: Kinerja Perbankan Jawa Timur Menguat, Kredit Tumbuh capai 628 Tirliun 

Sebanyak 293 peserta mengikuti kompetisi tersebut dengan total 286 karya yang dikirimkan kepada panitia. Rinciannya, 109 peserta berasal dari kategori pelajar dan mahasiswa, sedangkan 177 peserta lainnya berasal dari kategori umum.

Abast menjelaskan tema AI for Public Safety dipilih untuk mendorong pemanfaatan AI agar memberikan kontribusi nyata bagi keamanan publik. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara kreator konten, komunitas kreatif, akademisi, media, dan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk membangun ruang digital yang lebih ramah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan di dunia maya, seperti hoaks, cyberbullying, perundungan, hingga kekerasan seksual.

"Kegiatan ini murni merupakan upaya bersama untuk membangun sinergi dengan seluruh elemen bangsa dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya keamanan dan ketertiban di ruang digital," ujar Abast.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru