Kilasbisnis.com, Surabaya — Dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur mencapai Rp880,25 miliar hingga Agustus 2026.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Jawa Timur Saiful Islam mengatakan anggaran tersebut dialokasikan untuk meningkatkan produksi tanaman pangan, memperbaiki infrastruktur irigasi, serta memperkuat kapasitas produksi pertanian di Jawa Timur.
Baca juga: Polisi Ungkap Peredaran Tembakau Sintetis, 148,7 Gram Disita
“APBN di Jawa Timur juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan yang telah mencapai Rp880,25 miliar,” kata Saiful dalam media briefing di Surabaya, Rabu.
Saiful menjelaskan, realisasi anggaran tersebut mencakup sejumlah program. Peningkatan produksi tanaman pangan mendapat alokasi terbesar, yakni Rp360,55 miliar.
Selanjutnya, pemerintah mengalokasikan Rp209,47 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi irigasi serta Rp198,9 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi bendungan. Adapun anggaran untuk peremajaan perkebunan rakyat atau *replanting* mencapai Rp108,05 miliar, sedangkan program cetak sawah mendapat Rp3,28 miliar.
Jika digabungkan, anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi irigasi serta bendungan mencapai Rp408,37 miliar.
Menurut Saiful, belanja tersebut berperan dalam menjamin ketersediaan air dan meningkatkan produktivitas pertanian. Sementara itu, program peremajaan perkebunan rakyat dan cetak sawah diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi pertanian Jawa Timur dalam jangka panjang.
“Belanja perkebunan rakyat dan kegiatan cetak sawah menopang ketahanan pangan serta kapasitas produksi pertanian Jawa Timur dalam jangka panjang,” ujarnya.
Baca juga: Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi, 3 Tersangka Ditangkap
## Indeks Ketahanan Pangan Jatim Meningkat
Dukungan APBN tersebut berjalan seiring dengan peningkatan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Jawa Timur.
Pada 2025, IKP Jawa Timur tercatat sebesar 72,67. Angka itu naik 1,64 poin dibandingkan capaian pada 2024 yang berada di level 71,03.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur dalam kategori tahan pangan. Kategori ini menunjukkan kemampuan daerah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan secara berkelanjutan.
Lima daerah tercatat telah mencapai kategori sangat tahan pangan, yakni Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Gresik.
“Sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Timur berada pada kategori tahan pangan,” kata Saiful.
Namun, sejumlah daerah masih berada dalam kategori agak tahan, terutama wilayah Madura dan beberapa daerah tapal kuda.
Karena itu, penguatan akses, ketersediaan, dan pemanfaatan pangan masih diperlukan untuk mengurangi kesenjangan ketahanan pangan antarwilayah di Jawa Timur.
Editor : Redaksi