Investor Pasar Modal di Jawa Timur Tembus 3,5 Juta, Plt Kepala OJK Jatim Sebut Sektor Keuangan Sangat Kuat

Reporter : Ardhia Putri

Kilasbisnis.com, Yogyakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur mencatat pertumbuhan yang solid pada sektor perbankan dan pasar modal di wilayahnya. 

Tren positif ini didorong oleh struktur permodalan perbankan yang kokoh serta lonjakan signifikan jumlah investor ritel di masyarakat.

Baca juga: Berawal dari Modal Rp 8 Juta, Teh Gambyong Raup Omzet Rp 300 Juta

Sektor perbankan di Jawa Timur menunjukkan resiliensi yang tinggi dengan ekspansi yang terus berlanjut. Kinerja intermediasi perbankan secara umum tumbuh sebesar 3,8 persen. 

Kekuatan industri ini ditopang oleh permodalan yang sangat prima, tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang menyentuh angka 9,5 persen. 

Ketahanan ini juga terlihat jelas pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) di wilayah Jawa Timur yang berjumlah 221 BPR dan 26 BPRS. 

Rasio kecukupan modal BPR sukses mencapai 20,8 persen, sedangkan BPRS melesat hingga 28,33 persen.

Baca juga: OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan RI Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global

Sejalan dengan kinerja perbankan, pasar modal di Jawa Timur juga mengalami pertumbuhan yang sangat agresif. Jumlah investor di wilayah ini telah menembus angka 3,5 juta, atau melonjak sebesar 69,93 persen. 

Pertumbuhan ini diikuti oleh peningkatan nilai kepemilikan saham sebesar 25,6 persen atau bertambah sekitar Rp138 triliun. 

Adapun nilai produk investasi di Jawa Timur saat ini tercatat mencapai Rp69,803 miliar yang disalurkan melalui 37 perusahaan penerbit (emiten).

Baca juga: BI Siapkan 6 Inisiatif untuk Perkuat Ekonomi Syariah Indonesia

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, menegaskan bahwa kondisi likuiditas dan permodalan perbankan di wilayahnya berada dalam posisi yang sangat aman untuk mendukung perekonomian daerah.

"Rasio kecukupan modal BPR mencapai 20,8%, sedangkan BPRS sebesar 28,33%—keduanya tergolong kuat. Rasio likuiditas terhadap dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar 120,22%," ujar Horas V. M. Tarihoran saat memaparkan perkembangan industri jasa keuangan regional.

Melalui pertumbuhan yang merata di sektor perbankan dan pasar modal ini, OJK Jawa Timur optimistis stabilitas sektor keuangan daerah akan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru