Kilasbisnis.com, Surabaya - Jawa Timur menawarkan proyek-proyek investasi strategis kepada calon investor melalui East Java Investment Forum (EJIF) 2026. Forum ini mempertemukan investor dengan pemerintah dan pemilik proyek, sekaligus membuka peluang di sektor manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, hingga kawasan industri.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal mengatakan penguatan investasi menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
"Jawa Timur memiliki keunggulan berupa pasar domestik yang besar, basis manufaktur yang kuat, sumber daya alam beragam, serta infrastruktur dan konektivitas yang mendukung kegiatan ekonomi dan investasi," kata Rifki dalam acara EJIF 2026 di Surabaya, Kamis.
Menurut Rifki, modal tersebut menempatkan Jawa Timur pada posisi strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu caranya adalah mendorong pengembangan sektor produktif yang menghasilkan nilai tambah.
EJIF 2026 mengusung tema “Memberdayakan Jawa Timur sebagai Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia melalui Investasi Strategis dan Berkelanjutan”. Dalam forum ini, Bank Indonesia menampilkan peluang investasi dan sejumlah proyek investasi siap tawar atau Invesment Projects Ready to Offer (IPRO) dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Peluang yang ditawarkan mencakup manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, kawasan industri, serta industri berkelanjutan dan bernilai tambah. Investor dapat mengenal proyek melalui presentasi, diskusi strategis, pencocokan bisnis, pertemuan satu lawan satu, hingga kunjungan ke lokasi proyek.
Rangkaian tersebut dirancang untuk mempertemukan calon investor secara langsung dengan pemerintah, kamar dagang, dan pemilik proyek. Selain menawarkan peluang, forum ini juga diharapkan memberi gambaran mengenai iklim usaha, keunggulan daerah, kesiapan proyek, dan potensi kerja sama di Jawa Timur.
Bagi masyarakat, realisasi investasi diharapkan tidak berhenti pada masuknya modal. Investasi strategis juga ditargetkan mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat konektivitas antardaerah, dan meningkatkan kegiatan ekonomi yang bernilai tambah secara berkelanjutan.
Rifki menyebut penguatan hubungan antara investor dan pemilik proyek diperlukan agar peluang yang ditawarkan dapat berlanjut menjadi realisasi investasi dan berdampak pada pembangunan industri serta perekonomian daerah.
Melalui EJIF 2026, Jawa Timur berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Indonesia berharap investasi yang terbangun dapat menghasilkan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Editor : Sekar Arum Catur