ETF Kian Dilirik Investor Pemula

ETF Kian Dilirik Investor Pemula, BEI Dorong Edukasi Pasar Modal

Reporter : Ardhia Putri
Branch Manager IndoPremier Surabaya, Marco Rijkaard Pereira saat memaparkan tentang ETF dalam Workshop Wartawan Daerah Jatim 2026 di Kantor BEI Surabaya, Rabu (6/5/2026). (Foto : ArdhiaTap)

Kilasbisnis.com, Surabaya - Instrumen investasi Exchange Traded Fund atau ETF mulai menarik perhatian di pasar modal Indonesia, terutama di kalangan investor pemula yang ingin berinvestasi tanpa harus menganalisis saham satu per satu. Produk ini dinilai menawarkan cara berinvestasi yang lebih praktis, transparan, dan terdiversifikasi dibanding membeli saham secara individual.

Branch Manager IndoPremier Surabaya, Marco Rijkaard Pereira, menjelaskan ETF pada dasarnya merupakan gabungan konsep reksa dana dan saham. Melalui satu produk ETF, investor dapat memiliki kumpulan saham sekaligus, namun tetap diperdagangkan langsung di bursa efek seperti saham biasa.

Baca juga: Rendahnya Free Float Picu Saham Tidur di Bursa

“ETF dan reksa dana sebenarnya hampir sama. Bedanya, ETF diperdagangkan di bursa seperti saham, sedangkan reksa dana dibeli melalui manajer investasi,” ujar Marco dalam Workshop Wartawan Daerah Jatim 2026 di Surabaya, Rabu (6/5/2026).

Menurut dia, ETF menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi karena dapat diperjualbelikan kapan saja selama jam perdagangan bursa berlangsung. Investor juga dapat memantau harga secara *real time* sebagaimana transaksi saham pada umumnya.

Selain itu, ETF dinilai unggul dari sisi transparansi karena seluruh komposisi aset dalam portofolio dapat diakses investor secara terbuka. Kondisi ini memudahkan pemantauan kinerja investasi.

“Investor bisa beli dan jual ETF seperti saham, tetapi tetap mendapatkan pengelolaan profesional seperti reksa dana,” kata Marco.

Marco menambahkan, ETF juga memiliki proses penyelesaian transaksi yang relatif cepat, yakni T+2. Dengan karakter tersebut, ETF dinilai lebih likuid dibanding sejumlah produk investasi lain yang membutuhkan waktu pencairan lebih panjang.

Secara umum, ETF terbagi menjadi dua jenis, yakni ETF aktif dan ETF pasif. ETF aktif dikelola secara dinamis mengikuti kondisi pasar, sedangkan ETF pasif mereplikasi indeks tertentu seperti LQ45 atau IDX30.

“Kebanyakan investor di Indonesia masih memilih ETF pasif karena dianggap lebih stabil dan sederhana,” tegasnya.

Baca juga: Reformasi Pasar Modal Dipercepat, Daya Tarik Indonesia ke Investor Global Menguat

Meski menawarkan berbagai kemudahan, Marco mengingatkan ETF tetap memiliki risiko karena pergerakannya dipengaruhi kondisi pasar, sentimen ekonomi global, hingga dinamika politik. Karena itu, investor tetap perlu memahami profil risiko sebelum berinvestasi.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, Cita Mellisa, mengatakan ETF menjadi salah satu instrumen yang cocok bagi investor pemula karena menawarkan diversifikasi dalam satu produk.

“ETF pada dasarnya hampir sama dengan reksa dana, tetapi diperdagangkan secara ritel di pasar saham. Instrumen ini lebih cocok untuk beginner atau investor pemula,” ujarnya.

Menurut Cita, ETF memungkinkan risiko investasi lebih tersebar karena dana ditempatkan pada sejumlah aset sekaligus, bukan hanya bertumpu pada satu emiten. Produk ini juga banyak digunakan untuk tujuan investasi jangka panjang, termasuk persiapan dana pensiun.

Baca juga: Merdeka Gold Ajukan Pencatatan Saham di Bursa Hong Kong

“Biasanya cocok untuk investasi jangka panjang, misalnya untuk persiapan dana pensiun,” lanjutnya.

Berbeda dengan saham yang merepresentasikan kepemilikan langsung pada suatu perusahaan dan berpotensi memberikan dividen maupun capital gain, ETF menawarkan diversifikasi sehingga fluktuasi risiko cenderung lebih terukur.

Meski demikian, popularitas ETF di Indonesia masih relatif rendah dibanding instrumen lain seperti saham dan reksa dana. Rendahnya literasi keuangan serta minimnya edukasi membuat produk ini belum banyak dikenal investor domestik.

Karena itu, BEI terus mendorong edukasi pasar modal, khususnya kepada generasi muda dan investor baru, agar semakin memahami berbagai pilihan instrumen investasi yang tersedia di bursa.

Editor : Sekar Arum Catur

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru