x kilasbisnis.com skyscraper
x kilasbisnis.com skyscraper

Rendahnya Free Float Picu Saham Tidur di Bursa

Kilasbisnis.com, Surabaya - Likuiditas saham di pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan. Rendahnya porsi saham beredar di publik atau free float dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya fenomena saham tidur pada sejumlah emiten, termasuk di Jawa Timur.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, Cita Mellisa, menilai komposisi kepemilikan publik di Tanah Air masih tertinggal dibandingkan pasar modal regional. Dalam Workshop Wartawan Daerah Jatim 2026 di Surabaya, Rabu (6/5/2026), ia menyebut ketentuan free float minimal 7,5% sudah tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan pasar saat ini.

Menurut Cita, di sejumlah bursa regional porsi saham publik dapat mencapai 80%. Karena itu, emiten di Indonesia idealnya melepas 20% hingga 25% saham ke publik agar perdagangan lebih likuid dan memenuhi standar internasional.

Di Jawa Timur, dari 56 perusahaan tercatat, sebagian besar masih memiliki porsi saham publik yang rendah karena kepemilikannya masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu atau keluarga. Kondisi ini membuat pergerakan saham cenderung sempit dan kurang diminati investor ritel.

Selain soal free float, BEI juga memperketat ketentuan jumlah minimal pemegang saham. Untuk emiten di Papan Utama, jumlah pemegang saham minimal ditetapkan 1.000 pihak. Papan Pengembangan wajib memiliki 500 pihak, sedangkan Papan Akselerasi 300 pihak. Emiten yang tidak memenuhi ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi, mulai dari suspensi perdagangan hingga kewajiban go private.

Cita juga menuturkan bahwa proses IPO kini semakin ketat. BEI dan OJK memperketat seleksi hingga tiga kali lipat dengan penilaian yang meliputi tata kelola perusahaan, rekam jejak manajemen, struktur afiliasi, hingga kualitas laporan keuangan.

Regulator memberikan masa transisi hingga 2027 bagi emiten untuk menyesuaikan porsi free float mereka. Kebijakan ini diharapkan dapat memperbaiki likuiditas pasar modal, meningkatkan kepercayaan investor, dan memperkuat daya saing bursa domestik di level global. (Nik)

Berita Terbaru
Minggu, 03 Mei 2026 18:24 WIB

Bank Mandiri Dorong Inklusi Keuangan Pelajar Lewat SimPel

Kilasbisnis.com, Surabaya — Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, Bank Mandiri menegaskan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan dan literasi pelajar.
Jumat, 01 Mei 2026 14:51 WIB

Tambang Pani Mulai Operasi, EMAS Bidik Produksi 115 Ribu  

Kilasbisnis.com, Surabaya - PT Merdeka Gold Resources Tbk mulai mencatat produksi awal Tambang Emas Pani seiring transisi menuju operasi komersial. Pada
Kamis, 30 Apr 2026 23:38 WIB

Produksi Energi Hijau PLN Nusantara Power Tembus 245 GWh di Kuartal I 2026

PLN Nusantara Power memproduksi 245 GWh energi hijau pada kuartal pertama 2026, melampaui target 14,7 persen melalui program cofiring biomassa
Kamis, 30 Apr 2026 07:54 WIB

147 Helpdesk Disiapkan, Pertamina Respons Kendala QR Code  

- Upaya peningkatan layanan BBM subsidi terus dilakukan Pertamina, termasuk membuka 147 helpdesk untuk menangani kendala QR Code di Jawa Timur.  
Rabu, 29 Apr 2026 16:07 WIB

UNESA Benahi Kurikulum agar Lebih Dekat dengan Industri, Rektor Soroti Kesiapan Lulusan Hadapi Dunia Kerja

Kilasbisnis.com, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya atau UNESA sedang membenahi kurikulum agar lebih dekat dengan kebutuhan industri. Langkah ini ditempuh
Rabu, 29 Apr 2026 15:59 WIB

Unesa Usung Resiliensi sebagai Arah Baru Pendidikan Tinggi

Kilasbisnis.com, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya menegaskan arah baru pendidikan tinggi dengan mengusung tema “Wisudawan Unesa Tangguh, Mandiri, dan A