Kilasbisnis.com, Jakarta — PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 (FY2025), mencerminkan peningkatan skala operasi dan perkembangan proyek strategis.
Sepanjang FY2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$1,895 miliar dan EBITDA sebesar US$373 juta. Kinerja ini didukung kenaikan harga jual rata-rata (ASP) emas sebesar 32% secara tahunan (YoY) serta peningkatan produksi bijih nikel sebesar 44% YoY.
Kontribusi portofolio bisnis yang terdiversifikasi menjadi penopang utama kinerja. Tambang Emas Tujuh Bukit memproduksi 103.156 ounces emas sepanjang 2025.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) mencatat kemajuan dalam pengembangan Tambang Emas Pani. Pada 14 Februari 2026, tambang ini mencapai produksi emas perdana, diikuti penjualan pertama kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (BEI: ANTM) pada 16 Maret 2026, menandai dimulainya fase produksi komersial.
Perseroan menargetkan produksi emas dari PT Merdeka Gold Resources Tbk sebesar 100.000–115.000 ounces pada 2026. Sementara Tambang Emas Tujuh Bukit ditargetkan memproduksi 80.000–90.000 ounces.
Di segmen nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) mencatat kinerja operasional yang solid. Sepanjang 2025, produksi tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) mencapai sekitar 7 juta wet metric tonnes (wmt) saprolit dan sekitar 14,7 juta wmt limonit.
Pengembangan fasilitas hilirisasi juga berjalan sesuai rencana. Proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dioperasikan PT Merdeka Tsingshan Indonesia berada pada jalur menuju produksi penuh. Sementara proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) PT Sulawesi Nickel Cobalt dengan kapasitas 90.000 ton nikel per tahun dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP) ditargetkan memulai commissioning lini pertama pada pertengahan 2026.
Sepanjang 2025, MBMA menjaga kinerja melalui peningkatan volume produksi, efisiensi operasional, dan disiplin biaya. Pada 2026, produksi bijih saprolit ditargetkan mencapai 8–10 juta wmt dan limonit 20–25 juta wmt.
Perseroan juga menargetkan efisiensi biaya seiring peningkatan pasokan SCM hingga mencapai swasembada bijih saprolit 100% untuk tiga pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) pada 2026.
Di segmen tembaga, Tambang Tembaga Wetar menghasilkan arus kas yang stabil sepanjang 2025. Proyek Tembaga Tujuh Bukit juga mencatat kemajuan pengembangan jangka panjang.
Perseroan menyatakan tahun 2025 menjadi periode penguatan fondasi operasional dan penyelesaian proyek strategis. Dengan diversifikasi portofolio, likuiditas, dan proyek yang akan beroperasi pada 2026, Perseroan memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan, “Sepanjang 2025, kami terus memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan skala operasi dan pengembangan proyek-proyek strategis. Dengan kemajuan signifikan di seluruh proyek kami dan kontribusi yang semakin kuat dari entitas anak usaha, kami optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.”
Perseroan juga memperkuat implementasi prinsip ESG melalui peningkatan keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, serta pengembangan masyarakat.
Editor : Redaksi