kilasbisnis.com, Surabaya — Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan signifikan dalam transaksi digital di Jawa Timur sepanjang 2025. Lonjakan ini didorong oleh semakin luasnya penggunaan QRIS, uang elektronik, dan kartu berbasis digital di berbagai sektor ekonomi.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, M. Noor Nugroho, mengatakan pertumbuhan transaksi digital menjadi bukti bahwa masyarakat semakin adaptif terhadap layanan keuangan berbasis teknologi.
Baca juga: Pertamina, Polri, dan Hiswana Migas Perketat Pengawasan Distribusi BBM di Surabaya
“Digitalisasi sistem pembayaran terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong efisiensi ekonomi dan memperluas inklusi keuangan,” ujar Noor dalam pertemuan tahunan bank Indonesia 2025, Jumat malam (28/11) di Surabaya.
Noor menjelaskan, volume transaksi QRIS di Jawa Timur tumbuh dua digit secara tahunan, sejalan dengan meningkatnya jumlah merchant yang kini telah mencapai jutaan pelaku usaha, termasuk UMKM.
Selain QRIS, transaksi menggunakan uang elektronik dan kartu berbasis digital juga terus meningkat, terutama di sektor perdagangan ritel, transportasi, dan pariwisata.
“Pertumbuhan transaksi digital menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa dengan pembayaran non-tunai. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital di daerah,” kata Noor.
BI mencatat, digitalisasi sistem pembayaran juga berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi ekonomi daerah, terutama dalam mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi barang.
Baca juga: Asap Tebal Selimuti Jembatan Besuk Kobokan, Polisi Terapkan Buka-Tutup Jalan
Untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan digital, BI Jawa Timur menggelar berbagai kegiatan seperti Pekan QRIS Nasional, QRIS Jelajah Budaya Indonesia, dan Festival Literasi Digital di Sumenep.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan manfaat transaksi digital kepada masyarakat, terutama pelaku UMKM dan komunitas ekonomi kreatif.
“Melalui kegiatan edukatif dan kolaboratif ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat ekonomi digital secara merata,” ujar Noor.
Selain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga keuangan untuk memperluas akses layanan keuangan digital hingga ke wilayah pelosok.
Baca juga: BI Dorong Digitalisasi Transaksi Ritel Lewat Program Mall Siap QRIS TAP
Noor menambahkan, digitalisasi sistem pembayaran menjadi bagian penting dari strategi BI untuk mempercepat transformasi ekonomi Jawa Timur menuju ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Digitalisasi bukan hanya tren, tetapi kebutuhan. Dengan sistem pembayaran yang efisien dan aman, produktivitas ekonomi daerah akan meningkat,” katanya.
BI juga menilai bahwa penguatan infrastruktur digital dan peningkatan literasi masyarakat akan menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di era digital.
Editor : Redaksi