Kilasbisnis.com, Surabaya– Polda Jawa Timur memastikan pasokan dan distribusi MinyaKita di wilayah Jatim dalam kondisi aman dan harga tetap sesuai HET.
Hal itu disampaikan Roy selaku Kasatgasda Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan usai pemantauan di sejumlah pasar oleh jajaran Satgas Saber di Jawa Timur.
“Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, harga jual di tingkat pasar terpantau masih stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Roy, Sabtu (28/2/26).
Ia mengungkapkan, data terbaru dari BULOG menunjukkan sebanyak 6 juta liter telah terdistribusi. Selain itu, masih tersedia stok 2,7 juta liter MinyaKita yang siap disalurkan ke 160 pasar di seluruh Jawa Timur.
Menurut Roy, stok 2,7 juta liter tersebut untuk menjamin ketersediaan minyak goreng subsidi bagi masyarakat di Jawa Timur.
Meski demikian, Satgas Pangan Polda Jatim mengidentifikasi kendala teknis dalam proses penyaluran.
“Tim menemukan sejumlah pedagang yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), padahal dokumen tersebut merupakan prasyarat wajib untuk menerima distribusi MinyaKita,” ungkap Roy.
Ia mengimbau para pedagang segera mengurus perizinan NIB. Untuk mempercepat proses, Disperindag dan DPMPTSP tingkat kota/kabupaten akan memberikan pendampingan.
“Sesuai arahan Ibu Gubernur, akan difasilitasi oleh Disperindag dan DPMPTSP masing-masing kota/kabupaten bagi pedagang yang belum memiliki NIB,” kata Roy.
Roy menambahkan, langkah tersebut diambil agar distribusi MinyaKita tidak terhambat dan dapat segera tersalurkan kepada masyarakat.
“Kebijakan Ibu Gubernur tersebut agar distribusi MinyaKita aman dan lancar dengan harga sesuai HET,” pungkasnya.
Editor : Redaksi