PLN Resmikan HRS Merah Putih 2.0, Manfaatkan Hidrogen Berlebih PLTU Rembang

Reporter : Ardhia Putri
Foto Hydrogen Refueling Station (HRS). HRS ini mampu memproduksi 8,94 ton hidrogen pertahun atau setara dengan 28.930 liter bensin.

Kilasbisnis.com, Rembang - PT PLN Nusantara Power (PLN NP) meresmikan Hydrogen Refueling Station (HRS) Merah Putih 2.0 di Unit Pembangkitan Rembang, Jawa Tengah, Kamis (11/12). Fasilitas ini menjadi langkah lanjutan PLN NP dalam mendukung transisi energi nasional berbasis energi bersih.

Peresmian HRS tersebut dirangkaikan dengan talkshow yang melibatkan Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), BRIN, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE). Kegiatan ini menandai percepatan pengembangan ekosistem hidrogen dari hulu hingga hilir.

Baca juga: PLN Nusantara Power Pulihkan Pasokan Listrik Aceh Pascabencana

HRS Merah Putih 2.0 merupakan fasilitas generasi kedua yang dikembangkan melalui riset internal PLN Nusantara Power bersama ITS. Fasilitas ini memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 60�n dirancang untuk mendukung agenda dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan perusahaan berkomitmen mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan guna mencapai target Net Zero Emission pada 2060. “Kami memiliki berbagai inovasi yang diaplikasikan pada unit pembangkit. Tujuan kami adalah akselerasi Net Zero Emission di tahun 2060,” ujarnya.

PLTU Rembang memiliki kapasitas produksi hidrogen sekitar 8,94 ton per tahun yang digunakan sebagai pendingin generator. Dari jumlah tersebut, sekitar 7,5 ton per tahun merupakan hidrogen berlebih yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga: PLTS Terapung Cirata, Strategi PLN Nusantara Power Kejar Target NZE 2060

Melalui pengembangan HRS Merah Putih 2.0, potensi hidrogen berlebih tersebut kini dapat dimanfaatkan sebagai fondasi awal pembangunan ekosistem hidrogen di lingkungan pembangkit listrik. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong energi baru dan terbarukan serta pengurangan emisi karbon.

Ke depan, PLN Nusantara Power berencana mengembangkan jaringan HRS secara bertahap di sejumlah unit pembangkit di Pulau Jawa. Unit tersebut antara lain Indramayu, Rembang, Tanjung Awar-awar, Gresik, Paiton, Muara Tawar, Pacitan, serta pembaruan HRS 1.0 di Muara Karang.

Ruly menambahkan, penerapan HRS Merah Putih 2.0 di Rembang diharapkan memberikan manfaat strategis, mulai dari optimalisasi hidrogen berlebih hingga penguatan kapasitas teknologi nasional. “Selain itu, ekosistem hidrogen ini dapat direplikasi di berbagai unit pembangkit di Indonesia,” katanya.

Baca juga: Produksi Nikel Melonjak, MBMA Jadi Motor Baru Pertumbuhan Merdeka Copper Gold

Melalui inisiatif tersebut, PLN Nusantara Power menegaskan perannya dalam mendukung kebijakan energi nasional, memperkuat ketahanan energi, serta mendorong transformasi sektor ketenagalistrikan menuju sistem yang bersih dan berkelanjutan.

 

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru