Peran Tersembunyi Avtur di Balik Kelancaran Penerbangan Haji 2026 dari Surabaya

Reporter : Ardhia Putri
Pesawat Saudia menjalani pengisian avtur di apron Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai bagian dari kesiapan operasional penerbangan haji 2026 dari Embarkasi Surabaya.

Kilasbisnis.com, Surabaya - Di balik keberangkatan ribuan jamaah haji dari Bandara Internasional Juanda, ada satu elemen krusial yang jarang terlihat namun menentukan kelancaran perjalanan: avtur. Bahan bakar pesawat ini menjadi fondasi utama operasional penerbangan haji, memastikan setiap jadwal keberangkatan dan kepulangan berjalan tepat waktu.

Avtur, Penopang Sunyi di Balik Penerbangan Haji

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda menyiapkan 9.286 kilo liter avtur untuk musim haji 2026. Jumlah ini digunakan untuk melayani 232 kloter penerbangan haji dari Embarkasi Surabaya, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 194 kloter.

Baca juga: Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman Selama Arus Mudik-Balik Lebaran di Jatim

Kesiapan ini mulai terlihat sejak pengisian perdana avtur yang dilakukan pada 23 April 2026. Di apron bandara, aktivitas pengisian berlangsung terukur—operator bersiaga, armada bergerak, dan sistem berjalan tanpa jeda.

“Pada tahun ini terdapat 232 kloter dengan jumlah jemaah mencapai 44 ribu orang. Kami sudah menyiapkan operator, armada, dan stok avtur dalam kondisi aman,” ujar Aviation Fuel Terminal Manager Juanda, Dimas Bagus Satriyo Wibowo.

Operasi Senyap yang Menentukan Ketepatan Waktu

Meski tidak terlihat langsung oleh penumpang, distribusi avtur menjadi faktor penting dalam menjaga jadwal penerbangan tetap presisi. Setiap keterlambatan pengisian dapat berdampak pada rangkaian jadwal berikutnya, terutama dalam periode padat seperti musim haji.

Untuk itu, Pertamina mengoperasikan 48 operator, 9 armada pengisian, serta 7 hydrant dispenser di AFT Juanda. Seluruh proses didukung sistem rantai pasok terintegrasi, mulai dari kilang hingga pengisian langsung ke pesawat (into-plane).

Layanan ini terbagi dalam dua fase utama, yakni fase keberangkatan pada 22 April–21 Mei 2026 dan fase kepulangan pada 1–30 Juni 2026. Pada fase pertama diperkirakan kebutuhan mencapai 2.261 kilo liter, sementara fase kedua mencapai 7.025 kilo liter.

Baca juga: Pertamina Tambah 3,6 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jatim Jelang Lebaran

Menopang Perjalanan 44 Ribu Jamaah

Sebanyak 44 ribu jamaah haji diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya tahun ini. Bagi para jamaah, proses di bandara mungkin hanya terlihat sebagai rangkaian keberangkatan biasa. Namun di balik itu, ada sistem energi yang bekerja tanpa henti untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa keandalan suplai menjadi prioritas utama.

“Kami memastikan seluruh kebutuhan avtur terpenuhi agar operasional penerbangan berjalan aman, tepat waktu, dan sesuai standar layanan,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Bahan Bakar

Avtur bukan sekadar bahan bakar, melainkan bagian dari ekosistem besar yang menopang ibadah haji. Tanpa distribusi yang presisi dan kesiapan infrastruktur, mobilitas udara dalam skala besar akan sulit terwujud.

Baca juga: Pertamina Siapkan Satgas RAFI 2026, Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM saat Mudik

Dari tangki penyimpanan hingga sayap pesawat, setiap liter avtur membawa peran penting dalam perjalanan spiritual jutaan langkah menuju Tanah Suci.

Kelancaran ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan jamaah, tetapi juga oleh sistem pendukung yang bekerja di balik layar. Di antara hiruk pikuk keberangkatan, avtur hadir sebagai peran tersembunyi—tenang, presisi, dan memastikan setiap penerbangan membawa harapan sampai ke tujuan. (*)

 

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru