SIG Hadirkan Beton Cepat Kering untuk Percepat Perbaikan Jalan

Reporter : Ardhia Putri
Pabrik semen terintegrasi milik SIG Group di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Humas SIG)

Kilasbisnis.com, Jakarta   –  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) memperkenalkan solusi beton cepat kering, SpeedCrete, guna mempercepat perbaikan infrastruktur jalan sekaligus menekan dampak kemacetan lalu lintas.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) fase II tahun 2019, kerugian ekonomi akibat kemacetan di kawasan Jabodetabek mencapai sekitar Rp100 triliun per tahun. Selain berdampak terhadap aktivitas ekonomi, kemacetan juga berkontribusi pada peningkatan polusi udara dari sektor transportasi.

Baca juga: Produksi Energi Hijau PLN Nusantara Power Tembus 245 GWh di Kuartal I 2026

Salah satu faktor pemicu kemacetan adalah lamanya proses perbaikan jalan. Metode konvensional umumnya memerlukan waktu hingga satu sampai dua pekan, yang berdampak pada penutupan ruas jalan dan peningkatan kepadatan lalu lintas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, SIG menghadirkan SpeedCrete yang mengusung teknologi *rapid setting*. Teknologi ini memungkinkan beton mencapai kekuatan awal dalam waktu singkat dan dapat digunakan hanya beberapa jam setelah proses pengecoran.

Produk ini memiliki waktu *setting* yang fleksibel, yakni berkisar antara tiga hingga 12 jam, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek serta tingkat kepadatan lalu lintas di lokasi pekerjaan. Dengan demikian, durasi penutupan jalan dapat ditekan secara signifikan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan inovasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisi sebagai penyedia solusi konstruksi terintegrasi.

Baca juga: PLN Nusantara Power Operasikan Teknologi Carbon Capture Berbasis Mikroalga di Muara Karang

“SpeedCrete tidak hanya menawarkan percepatan pengerjaan, tetapi juga memberikan efisiensi biaya serta mendukung aspek keberlanjutan lingkungan. Ini sejalan dengan komitmen SIG untuk meningkatkan daya saing sektor konstruksi nasional,” ujarnya.

Selain menghadirkan produk, SIG juga menyediakan layanan terintegrasi dalam implementasi SpeedCrete, mulai dari pengaturan lalu lintas, pembongkaran perkerasan lama, proses pengecoran, hingga pembukaan kembali ruas jalan dalam waktu singkat.

Pengerjaan umumnya dilakukan pada malam hari, sehingga jalan dapat kembali difungsikan pada pagi hari. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meminimalkan gangguan terhadap pengguna jalan.

Baca juga: PLN Nusantara Power Gandeng VOGO-ARSTROMA Kembangkan Industri Karbon

Sejumlah proyek strategis telah memanfaatkan SpeedCrete, di antaranya perbaikan jalur Bus TransJakarta, kawasan Bundaran Patung Pemuda, Terminal Petikemas Koja, serta berbagai ruas jalan tol seperti Tol Bakauheni–Terbanggi Besar–Permata Panggang–Kayu Agung, Tol Jakarta–Merak, Tol Jabodetabek, Tol Pejagan–Pemalang, hingga Tol Surabaya–Mojokerto dan Tol Surabaya–Gempol.

SIG menyatakan penerapan tersebut menunjukkan keandalan SpeedCrete dalam mendukung percepatan penyelesaian proyek infrastruktur tanpa mengurangi kualitas konstruksi.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru