AKP Muliati Paparkan Pentingnya Kepemimpinan Inovatif Dukung Ketahanan Pangan.

Reporter : Gede FS

kilasbisnis.com, Pontianak - Peserta Didik (Serdik) Sespimen Polri Dikreg ke-64, AKP Muliati, menjadi pembicara dalam Forum Group Discussion (FGD) di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/6) siang.

FGD tersebut membahas optimalisasi peran kepemimpinan yang inovatif guna mendukung ketahanan pangan dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di Pontianak.

Baca juga: BI dan Pemerintah Luncurkan GPIPS untuk Perkuat Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

AKP Muliati mengatakan kepemimpinan yang inovatif dalam mendukung ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui berbagai langkah. Salah satunya dengan pemberian penghargaan kepada personel penggiat program P2B yang aktif melakukan pendampingan dan sosialisasi.

"Pertama pemberian reward kepada personel penggiat program P2B yang aktif dalam pendampingan serta sosialiasi. Pelaksanaan lomba Bhabinkamtibmas kreatif dalam mendukung ketahanan pangan," ujarnya saat FGD di Pontianak, Rabu (10/6).

Menurut AKP Muliati, pemimpin juga perlu memberikan apresiasi kepada personel yang berprestasi dalam penanganan perkara terkait pangan.

Baca juga: Kapolri: Harga BBM Subsidi Tetap Dijaga, Polri Siap Amankan Mudik Lebaran

"Kemudian penyuluhan Bhabinkamtibmas berbasis teknologi digital diperlukan. Implementasi peran ganda Bhabinkamtibmas dan pengawasan distribusi di lapangan mulai dari pencegahan kriminalitas konvensional, perlindungan infrastruktur pengairan dan mitigasi alih fungsi lahan," terangnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara pimpinan dengan berbagai pihak dan instansi untuk mewujudkan ketahanan pangan serta menciptakan situasi Harkamtibmas yang kondusif.

Baca juga: Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada Pejabat Polri dan Tokoh MBG

"Pelaksanaan coaching clinic, seminar, forum diskusi internal seperti jumat curhat dan sabuk kamtibmas harus dilakukan," ucapnya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan adanya upaya membangun komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan guna mewujudkan Harkamtibmas yang kondusif.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru