Kilasbisnis.com, Surabaya - Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur diproyeksikan tetap kencang pada kuartal II-2026. Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi provinsi ini bisa tumbuh hingga 5,7% secara tahunan (yoy), ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, serta permintaan eksternal yang masih terjaga.
BI: Ekonomi Jatim Masih Kuat
Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur, Ibrahim, menyebut sejumlah indikator menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih solid di tengah tekanan global dan domestik.
Baca juga: Keyakinan Konsumen Jawa Timur Tetap Kuat pada Mei 2026, IKK 122,6
Beberapa indikator tersebut antara lain optimisme konsumen, peningkatan transaksi kartu pembayaran, hingga ekspor nonmigas yang menopang kinerja industri manufaktur. Perbaikan ini juga tercermin dari meningkatnya Prompt Manufacturing Index (PMI).
“Bantalannya adalah realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I sebesar 5,96% (yoy), yang didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah,” ujar Ibrahim dalam media briefing di Gedung OJK Jawa Timur, Senin (22/6/2026).
Tantangan Ekspor hingga Inflasi
Meski prospeknya positif, BI menyoroti potensi hambatan dari perlambatan ekspor sejumlah komoditas unggulan seperti emas perhiasan, tembaga, kayu, dan produk kimia.
Dari sisi harga, inflasi Jawa Timur pada Mei 2026 masih terkendali. Inflasi tercatat 0,28% secara bulanan (mtm) dan 3,49% secara tahunan (yoy), masih dalam kisaran target nasional 2,5±1%.
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sepanjang 2026 berada di rentang 4,9% hingga 5,7% (yoy), dengan dukungan konsumsi domestik dan investasi yang tetap kuat.
Baca juga: BI dan Pemerintah Luncurkan GPIPS untuk Perkuat Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan
Sektor Keuangan Ikut Ngebut
Kinerja ekonomi juga tercermin dari sektor jasa keuangan yang tetap ekspansif hingga April 2026.
Pelaksana Harian Kepala OJK Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran, mengatakan industri keuangan daerah berada dalam kondisi sehat.
“Intermediasi perbankan masih di jalur positif, pasar modal tumbuh, dan sektor perasuransian, penjaminan, serta dana pensiun tetap solid,” ujarnya.
Baca juga: Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Resmi Dimulai, BI dan TNI AL Jangkau 97 Pulau 3T
Pertumbuhan juga terlihat pada sektor fintech lending dan modal ventura. Outstanding pinjaman daring di Jawa Timur tumbuh 19,05% (yoy) hingga April 2026, sementara pembiayaan modal ventura naik 4,38% (yoy) per Maret 2026.
Kombinasi konsumsi domestik yang kuat, investasi yang terjaga, serta sektor keuangan yang solid menjadi modal bagi Jawa Timur untuk terus menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional pada 2026.
Editor : Redaksi