Alumni Inggris Kunjungi GHP PLN Nusantara Power di Muara Karang

Reporter : Ardhia Putri
Peserta kunjungan Indonesian Association of British Alumni ke PLN Nusantara Power UP Muara Karang melihat langsung mobil berbahan bakar hidrogen sebagai bagian dari inovasi PLN NP. (Foto: Humas PLN)

Kilasbisnis.com, Jakarta - Rombongan Indonesian Association of British Alumni (IABA) mengunjungi Green Hydrogen Plant (GHP), mobil berbahan bakar hidrogen, dan pengembangan pemanfaatan karbon berbasis mikroalga di PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan Muara Karang, Jumat (30/10). Kunjungan itu memperkenalkan sejumlah teknologi rendah karbon yang dikembangkan atau diperkenalkan PLN NP untuk mendukung transisi energi.

Rombongan alumni perguruan tinggi Britania Raya dari berbagai latar belakang profesi tersebut diterima Direktur Manajemen Human Capital & Administration PLN Nusantara Power, TB Ari Wibawa Mukti. Mereka juga mendapat pemaparan mengenai peran PLTGU Muara Karang dalam menjaga pasokan listrik Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu fasilitas yang dikunjungi ialah GHP Muara Karang. PLN NP menyebut fasilitas tersebut sebagai salah satu pionir produksi hidrogen hijau di lingkungan pembangkitan PLN. Dalam siaran persnya, perusahaan menyatakan hidrogen diproduksi dengan memanfaatkan energi terbarukan, tetapi belum merinci sumber energi, kapasitas produksi, maupun volume hidrogen yang dihasilkan.

Hidrogen rendah karbon berpotensi digunakan di sektor ketenagalistrikan dan sektor lain. Rombongan juga diperkenalkan dengan mobil berbahan bakar hidrogen untuk melihat potensi penerapan teknologi tersebut pada transportasi. Siaran pers belum menjelaskan spesifikasi kendaraan, sumber hidrogennya, maupun apakah kendaraan itu digunakan untuk uji coba atau operasional.

Selain itu, peserta mendapat penjelasan mengenai pengembangan Carbon Capture Utilization (CCU) berbasis mikroalga. Teknologi ini mengeksplorasi kemampuan mikroalga menyerap karbon dan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. PLN NP belum menyebutkan tahap pengembangan, skala penerapan, maupun jenis produk yang dihasilkan.

Direktur Manajemen Human Capital & Administration PLN NP TB Ari Wibawa Mukti mengatakan inovasi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia dibutuhkan untuk menghadapi perubahan di sektor energi.

“Pembangkit listrik tidak hanya berperan menjaga pasokan listrik, tetapi juga dapat menjadi ruang pengembangan teknologi dan pembelajaran untuk energi masa depan,” kata Ari.

Kegiatan tersebut meliputi presentasi perusahaan, sesi berbagi, tur lokasi, dan diskusi mengenai energi bersih, keandalan sistem kelistrikan, serta peluang penerapan teknologi rendah karbon di Indonesia.(*)

Editor : Sekar Arum Catur

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru