Kilasbisnis.com, Surabaya -- Turnamen Kapolda Jatim Cup E-Sport Competition 2026 yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 diikuti 3.665 peserta yang tergabung dalam 733 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi gim Mobile Legends itu memasuki babak grand final di Gedung Mahameru, Mapolda Jawa Timur, Senin (29/6).
Partai final mempertemukan tim asal Kota Batu melawan Kabupaten Jember. Tim Kota Batu keluar sebagai juara setelah memenangkan laga puncak.
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Timur Kombes Pol Bimo Ariyanto mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah menjaring bibit atlet e-sport yang diproyeksikan tampil pada Kapolri Cup E-Sport 2026.
Menurut Bimo, e-sport kini menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, sekaligus membangun karakter di era digital.
"Turnamen ini bukan hanya mencari juara, tetapi juga melahirkan bibit atlet e-sport berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional. Kami ingin generasi muda memanfaatkan teknologi secara positif, menjunjung sportivitas, dan menjadi pelopor keamanan di ruang digital," kata Bimo.
Data Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Jawa Timur mencatat terdapat sekitar 50 ribu gamer di provinsi tersebut. Mayoritas berusia sekitar 19 tahun, sementara 44 persen di antaranya memainkan Mobile Legends.
Menurut Bimo, besarnya jumlah gamer menjadi potensi yang perlu diarahkan melalui pembinaan agar dapat berkembang menjadi prestasi.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber, seperti penipuan daring, phishing, pencurian data pribadi, peretasan akun, penyebaran hoaks, judi online, hingga penyalahgunaan media sosial.
"Mari menjadi warga digital yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab. Bersama kita jaga ruang siber Indonesia, khususnya Jawa Timur, agar tetap aman, sehat, dan produktif," ujarnya.
Bimo berharap Kapolda Jatim Cup E-Sport Competition 2026 tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga meningkatkan kesadaran generasi muda untuk menjaga keamanan dan ketertiban, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Editor : Redaksi