Kilasbisnis.com, Surabaya - Ketegangan geopolitik global yang berlanjut menjadi tantangan bagi sektor energi, termasuk di Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mempercepat transisi energi dan memperkuat keandalan pembangkit untuk menjaga pasokan listrik nasional tetap aman dan stabil.
Hal ini disampaikan dalam diskusi “Indonesia Energy Outlook in the Midst of Global Political Dynamics” yang diselenggarakan Listrik Indonesia Forum di Jakarta, akhir pekan lalu.
Baca juga: PLN Nusantara Power Gandeng VOGO-ARSTROMA Kembangkan Industri Karbon
Sebagai subholding pembangkitan, PLN NP mengelola kapasitas 18,3 GW dengan tingkat kesiapan operasional tinggi. Seluruh unit pembangkit dipastikan dalam kondisi optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, termasuk di kawasan industri strategis yang memerlukan suplai tanpa gangguan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyatakan tantangan global menjadi pendorong percepatan transformasi sektor pembangkitan.
“Situasi global saat ini menjadi pengingat bahwa ketahanan energi tidak bisa ditunda. PLN Nusantara Power terus memperkuat keandalan pembangkit melalui digitalisasi dan efisiensi, sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Kami ingin memastikan listrik tetap tersedia secara andal, dengan biaya yang efisien dan semakin ramah lingkungan,” ujar Ruly.
Dalam jangka pendek, PLN NP mengandalkan energi domestik seperti batu bara dan gas sebagai fondasi pembangkitan untuk menjaga stabilitas pasokan. Strategi ini dinilai mampu meredam dampak volatilitas energi global serta menjaga kemandirian energi nasional.
Baca juga: Kinerja ESG Menguat, PLN NP Catat Beyond Compliance 114% di PROPER 2025
PLN NP juga meningkatkan efisiensi operasional melalui pengendalian Specific Fuel Consumption (SFC) dan optimalisasi kinerja pembangkit. Upaya ini berkontribusi terhadap stabilitas biaya pokok penyediaan listrik.
Transformasi digital menjadi bagian dari strategi perusahaan. Melalui implementasi smart power plant, predictive maintenance, serta pemantauan kinerja secara real-time melalui Nusantara Control Center (NuCC), PLN NP meningkatkan keandalan sistem dan mempercepat respons terhadap potensi gangguan.
Dalam transisi energi, PLN NP mencatat progres melalui implementasi co-firing biomassa di 25 unit PLTU. Program ini menjadi langkah untuk menurunkan emisi sekaligus mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan. (*)
Baca juga: PLN Nusantara Power Siapkan 14,1 GW Listrik, Amankan Pasokan Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H
Editor : Sekar Arum Catur