Kilasbisnis.com, Surabaya - Teaching Factory (TEFA) Culinary SMKN 3 Sukabumi mencatat produksi 3.124 toples kue kering pada Ramadan 1447 H, didukung kemitraan dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari.
Capaian tersebut menjadi produksi kelima sejak sekolah tersebut mendapatkan pendampingan resmi dari Bogasari pada 2022. Program TEFA ini difokuskan pada penguatan kompetensi siswa berbasis kebutuhan industri, baik dari sisi teknis maupun budaya kerja.
Wakil Kepala Humas SMKN 3 Sukabumi Ira Yulia menyampaikan, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tidak terlepas dari dukungan industri, termasuk penyediaan bahan baku terigu terfortifikasi.
“Kami tidak hanya didukung secara keilmuan dari sisi teori, tapi juga keahlian dari sisi praktik. Bahkan untuk kebutuhan produksi kue Lebaran ini, Bogasari mendukung penuh dari sisi bahan baku terigu berupa 10 sak Kunci Biru dan 5 sak Segitiga Biru yang sudah terfortifikasi, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas tapi kaya dengan vitamin dan nutrisi. Terima kasih kepada Bogasari, sungguh sangat banyak mendukung kemajuan sekolah kami,” ujarnya.
Program TEFA juga dirancang untuk membekali siswa dengan standar operasional industri, penggunaan peralatan profesional, serta penguatan soft skills seperti disiplin, kerja tim, dan komunikasi.
Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya jiwa kewirausahaan sejak dini. Siswa tidak hanya terlibat dalam proses produksi, tetapi juga dalam promosi, penjualan, dan pelayanan kepada konsumen.
Produksi Ramadan tahun ini melibatkan 10 guru, tiga asisten, dan 140 siswa. Secara inklusif, program ini juga melibatkan delapan siswa tuna rungu dari SLB Handayani yang didampingi guru khusus selama proses produksi.
Vice President Human Resources Bogasari, Anwar, mengapresiasi konsistensi SMKN 3 Sukabumi dalam mengembangkan kompetensi siswa melalui TEFA sejak 2022.
“Terus meningkatkan kompetensi, membangun jiwa wirausaha, dan kepedulian terhadap siswa SLB Tuna Rungu melalui TEFA Cullinary ini, jelas sangat sesuai selaras dengan visi dan misi Bogasari. Terima kasih kepada pimpinan dan para guru sekolah yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas para siswa,” kata Anwar.
Ia juga menambahkan bahwa SMKN 3 Sukabumi menjadi salah satu contoh inovasi pembelajaran kuliner yang diakui secara nasional.
Dalam produksi tahun ini, TEFA menghasilkan delapan varian kue kering, antara lain kastengel, nastar, hingga rainbow cookies, dengan harga berkisar Rp35.000 hingga Rp97.000 per toples. Produk dipasarkan ke sejumlah wilayah seperti Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bogor, hingga DKI Jakarta.
Dari kegiatan tersebut, TEFA SMKN 3 Sukabumi membukukan omzet sekitar Rp210 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan program sekolah, termasuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan sarana pembelajaran.
“Alhamdulillah, total omset kali ini kurang lebih Rp 210 juta dan akan digunakan untuk pengembangan program sekolah. Diantaranya peningkatan kompetensi pendidik, peserta didik dan tenaga kependidikan serta pengembangan sarana dan prasarana TEFA Cullinary untuk pembelajaran. Jadi siswa dan guru tidak dapat honor, karena kegiatan ini adalah bagian dari pembelajaran. Tapi khusus bagi siswa, kami berikan bingkisan sebagai apresiasi,” jelas Ira.
SMKN 3 Sukabumi juga telah ditunjuk sebagai model pembelajaran cookies oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Editor : Redaksi