MENU Selasa, 07 Apr 2026 18:19 WIB
x kilasbisnis.com skyscraper
x kilasbisnis.com skyscraper

Gejolak Global Tekan Pasar, OJK Pastikan Stabilitas

Kilasbisnis.com, Surabaya -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan dinamika domestik.

Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 1 April 2026, sebagaimana disampaikan Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah.

OJK mencermati eskalasi tensi geopolitik di kawasan Teluk yang meningkatkan risiko terhadap stabilitas global. Gangguan pada infrastruktur energi di Timur Tengah hingga penutupan Selat Hormuz mendorong lonjakan harga energi serta volatilitas pasar keuangan.

OECD dalam Interim Economic Outlook Maret 2026 sebelumnya memproyeksikan penguatan ekonomi global. Namun, proyeksi tersebut terkoreksi seiring eskalasi konflik di Timur Tengah.

Ketidakpastian global dan tekanan harga energi juga mempersempit ruang kebijakan moneter global serta memunculkan kembali ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama (high for longer).

Dari sisi global, ekonomi Amerika Serikat menunjukkan tekanan akibat inflasi yang persisten dan kenaikan pengangguran. The Federal Reserve pada Maret 2026 mempertahankan suku bunga acuan dengan indikasi satu kali pemangkasan tahun ini. Namun, pascaeskalasi konflik Iran, pasar kini mengarah pada skenario tanpa pemangkasan suku bunga sepanjang 2026.

Sementara itu, ekonomi China mencatat kinerja di atas ekspektasi, ditopang perbaikan permintaan dan penawaran serta stimulus sektor keuangan. Meski demikian, pemerintah China menurunkan target pertumbuhan sebagai respons terhadap tantangan struktural dan ketidakpastian eksternal.

Di dalam negeri, inflasi inti pada Maret 2026 tercatat menurun. Konsumsi tetap solid, tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89 persen secara tahunan serta penjualan kendaraan bermotor yang tetap kuat.

Dari sisi produksi, aktivitas ekonomi masih berada di zona ekspansif meskipun mengalami moderasi, sebagaimana tercermin pada PMI manufaktur. Ketahanan eksternal juga terjaga dengan cadangan devisa Februari 2026 yang memadai serta neraca perdagangan yang mencatat surplus.

Pasar Modal Berfluktuasi

Pergerakan pasar saham domestik sepanjang Maret 2026 cenderung fluktuatif sejalan dengan bursa global dan regional. Volatilitas meningkat akibat berlanjutnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.048,22 pada akhir Maret 2026, turun 14,42 persen secara bulanan dan 18,49 persen secara tahun berjalan.

Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat Rp20,66 triliun, menurun dibandingkan Februari 2026 sebesar Rp25,62 triliun. Penurunan tersebut mencerminkan sikap wait and see investor di tengah ketidakpastian global.

Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread tercatat 1,55 kali, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,24 kali.

Investor asing mencatatkan net sell Rp23,34 triliun pada Maret 2026, berbalik dari posisi net buy Rp0,36 triliun pada Februari. Tekanan jual dipengaruhi transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham emiten.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 433,16, turun 2,03 persen secara bulanan dan 1,74 persen secara tahun berjalan. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) naik rata-rata 44,47 basis poin secara bulanan dan 54,51 basis poin secara tahun berjalan, seiring meningkatnya persepsi risiko global.

Investor nonresiden mencatat net sell Rp21,80 triliun di pasar SBN sepanjang Maret 2026, dengan akumulasi tahun berjalan sebesar Rp25,09 triliun. Sementara itu, pasar obligasi korporasi mencatat net buy Rp0,92 triliun secara bulanan.

Industri pengelolaan investasi bergerak sejalan dengan kondisi pasar. Nilai asset under management (AUM) tercatat Rp1.084,10 triliun, turun 1,62 persen secara bulanan, namun masih tumbuh 3,97 persen secara tahun berjalan.

Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp695,71 triliun, turun 2,51 persen secara bulanan dan tumbuh 3,02 persen secara tahun berjalan. Kinerja ini ditopang oleh net subscription sebesar Rp29,12 triliun secara kumulatif tahun berjalan.

Jumlah investor pasar modal terus meningkat. Sepanjang Maret 2026, terdapat tambahan 1,78 juta investor baru. Secara tahun berjalan, jumlah investor tumbuh 21,51 persen menjadi 24,74 juta investor.

Dari sisi pembiayaan, pasar modal tetap menjadi sumber pendanaan jangka panjang. Hingga Maret 2026, nilai penghimpunan dana mencapai Rp51,96 triliun, terdiri dari satu IPO saham, enam penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS), serta 36 penawaran umum berkelanjutan EBUS.

Dalam pipeline, terdapat 53 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp25,79 triliun.

Untuk securities crowdfunding (SCF), sepanjang Maret 2026 tercatat 14 efek baru serta tiga penerbit baru.

Berita Terbaru
Kamis, 02 Apr 2026 18:49 WIB

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond USD 750 Juta

Bank Mandiri menerbitkan global bond senilai USD 750 juta dengan tenor lima tahun yang mengalami kelebihan permintaan hingga 3,3 kali.
Selasa, 31 Mar 2026 10:03 WIB

MBMA Bukukan Pendapatan US$1,43 Miliar pada 2025

Kilasbisnis.com, Jakarta — PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membukukan pendapatan sekitar US$1,43 miliar dengan EBITDA sebesar US$219 juta sepanjang t
Selasa, 31 Mar 2026 09:53 WIB

Merdeka Copper Gold Bukukan Pendapatan US$1,89 Miliar di 2025, Ditopang Emas dan Nikel

Kilasbisnis.com, Jakarta — PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 (
Selasa, 31 Mar 2026 09:38 WIB

Merdeka Gold Ajukan Pencatatan Saham di Bursa Hong Kong

Kilasbisnis.com, Jakarta — PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) menyampaikan permohonan pencatatan (Form A1) ke The Stock Exchange of Hong Kong Limited (
Senin, 30 Mar 2026 12:01 WIB

PLN Nusantara Power Siapkan 14,1 GW Listrik, Amankan Pasokan Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

Kilasbisnis.com, Jakarta  — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memastikan kesiapan pasokan listrik nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Pe
Jumat, 20 Mar 2026 23:50 WIB

Operasi Ketupat 2026 di Jatim Lancar, Mobilitas Mudik Naik 15 Persen

Kilasbisnis.com, Surabaya — Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menyatakan pengamanan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Jawa Timur berjalan lancar. K