Unesa Usung Resiliensi sebagai Arah Baru Pendidikan Tinggi

Reporter : Ardhia Putri

Kilasbisnis.com, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya menegaskan arah baru pendidikan tinggi dengan mengusung tema “Wisudawan Unesa Tangguh, Mandiri, dan Adaptif untuk Resiliensi Global” pada Wisuda ke-119. Tema itu menjadi penanda bahwa kampus tak lagi hanya menyiapkan mahasiswa agar lulus, tetapi juga agar siap menghadapi dunia kerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., mengatakan resiliensi bukan sekadar ketangguhan, melainkan kemampuan membaca perubahan dan mengambil keputusan dalam situasi yang tidak pasti. Menurut dia, kemampuan itu menjadi bekal penting bagi lulusan perguruan tinggi di tengah dinamika global yang terus berubah.

Baca juga: Unesa Buka Jalur Khusus Disabilitas 15 Mei, Martadi Pastikan Tes UTBK-SNBT Ramah Peserta Tuna Netra

“Mahasiswa harus siap menghadapi dunia nyata yang tidak selalu ideal. Mereka harus tahu apa yang harus dilakukan di tengah ketidakpastian,” kata Martadi.

Untuk mendukung arah tersebut, Unesa menyiapkan 10 program terobosan. Program itu mencakup pemetaan karier sejak dini, penguatan studi lanjut dan beasiswa, integrasi akademik dengan dunia kerja, kewirausahaan berbasis karya, percepatan studi, fast track S1-S2, yudisium terintegrasi, distribusi ijazah saat wisuda, penguatan alumni, serta evaluasi kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja.

Kebijakan itu, menurut Unesa, dirancang agar mahasiswa memiliki jalur yang lebih jelas setelah lulus. Kampus ingin memastikan lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pasar kerja.

Baca juga: Unesa Tangani Dugaan Kecurangan UTBK-SNBT 2026 di Surabaya

Semangat resiliensi itu juga tercermin dari wisudawan terbaik program magister, Ainus Salsabila atau Selsa, yang lulus dalam 1,5 tahun dengan IPK 4,00. Ia mengembangkan chatbot pembelajaran berbasis STEAM-ESD untuk meningkatkan literasi sains siswa SMA dan berhasil memperoleh hibah BIMA Kemdiktisaintek.

Baca juga: Buka Bersama Gratis UNESA 2026 bagikan Ribuan Porsi Berbuka untuk Masyarakat

“Saya belajar banyak dari kolaborasi. Kalau ada error di sistem atau coding, saya diskusi dengan teman yang lebih ahli,” kata Selsa.

Dengan tema itu, Unesa menegaskan bahwa pendidikan tinggi tak lagi cukup berhenti pada gelar. Kampus dituntut menyiapkan lulusan yang mampu bertahan, menyesuaikan diri, dan mengambil keputusan di tengah perubahan yang serba cepat. (Nik)

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru