Kilasbisnis.com, Jakarta - PLN Nusantara Power (PLN NP) membangun rantai nilai hidrogen sebagai bagian dari transisi energi menuju pembangkit listrik rendah karbon. Hal itu disampaikan perusahaan dalam Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center, 23 Juli 2026.
Dalam forum yang mempertemukan pemangku kepentingan energi dalam dan luar negeri, PLN NP memaparkan pendekatan pengembangan hidrogen yang dibangun dari hulu ke hilir. Paparan disampaikan oleh Kepala Satuan Technology Development and Asset Management PLN NP, Hery Artady.
Hery menjelaskan, strategi pengembangan hidrogen PLN NP disusun dengan pendekatan menyeluruh mulai dari riset, pengembangan teknologi, pembangunan infrastruktur, hingga implementasi pada sektor pembangkitan dan transportasi.
Menurut Hery, seluruh inisiatif tersebut berlandaskan pada konsep energy trilemma, yaitu menghadirkan pasokan energi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Lewat pendekatan ini, PLN NP menargetkan peningkatan efisiensi operasi, sekaligus percepatan pengurangan emisi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan dan bahan bakar rendah karbon.
Enam strategi menuju Net Zero Emissions 2060
Komitmen PLN NP juga diwujudkan melalui enam strategi utama menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060. Keenam strategi tersebut meliputi percepatan pengembangan energi baru terbarukan, pengembangan bioenergi melalui co-firing biomassa, serta pemanfaatan bahan bakar rendah karbon seperti gas, hidrogen, dan amonia.
Selain itu, PLN NP juga mendorong program dedieselisasi dan gasifikasi, pengembangan energi masa depan, serta penerapan teknologi Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS).
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan pengembangan hidrogen merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk menghadirkan solusi energi yang tidak hanya rendah emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi Indonesia.
“Bagi PLN Nusantara Power, hidrogen bukan sekadar alternatif bahan bakar, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem energi masa depan. Karena itu kami mengembangkan seluruh rantai nilainya, mulai dari riset, produksi hidrogen hijau, infrastruktur pendukung, hingga pemanfaatannya pada pembangkit listrik dan sektor transportasi. Melalui langkah ini, PLN Nusantara Power ingin menghadirkan solusi energi yang semakin bersih, andal, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Ruly.
Lima pilar ekosistem hidrogen PLN NP
Sebagai implementasi strategi tersebut, PLN NP mengembangkan ekosistem hidrogen melalui lima pilar utama, yakni Ammonia to Power (A2P), Green Hydrogen Plant (H2P), Fuel Cell Technology (FCT), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), serta Hydrogen Refueling Station (HRS).
Di sisi pembangkitan, perusahaan telah melakukan demonstrasi co-firing amonia di unit pembangkit Gresik sebagai bagian dari pemanfaatan bahan bakar rendah karbon. Untuk produksi hidrogen hijau, PLN NP mengoperasikan delapan Green Hydrogen Plant (GHP) yang diawali di Muara Karang dengan memanfaatkan energi baru terbarukan sebagai sumber listrik bagi proses elektrolisis.
PLN NP juga mengembangkan Hydrogen Fuel Cell Generator (HFCG) sebagai pembangkit listrik portabel bebas emisi yang telah dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan nasional, termasuk mendukung elektrifikasi Pulau Gili Ketapang.
Inovasi hidrogen untuk sektor transportasi dan infrastruktur pengisian
Pada sektor transportasi, PLN NP menghadirkan sejumlah inovasi, mulai dari Hydrogen Electric (H-E) Nusantara, hydrogen van untuk kebutuhan logistik, kendaraan berbahan bakar hidrogen (ICE Hydrogen SUV), hingga pengembangan HRS Merah Putih di Muara Karang, Rembang, dan Muara Tawar, serta Mobile HRS yang dapat digunakan secara fleksibel.
Perusahaan menilai rangkaian inovasi tersebut menunjukkan pengembangan hidrogen di PLN NP telah memasuki fase implementasi di berbagai lini bisnis, tidak lagi sebatas konsep.
Melalui pendekatan terintegrasi, PLN NP terus memperluas pemanfaatan hidrogen sebagai solusi dekarbonisasi sektor energi dan langkah mendukung terbentuknya ekosistem hidrogen nasional.
Dalam partisipasinya di GHES 2026, PLN NP berharap kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga riset, akademisi, dan mitra strategis dapat semakin erat agar pengembangan hidrogen di Indonesia berlangsung lebih cepat.
Dengan inovasi yang telah dikembangkan, PLN NP optimistis hidrogen akan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan sistem energi nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)
Editor : Redaksi