Tambang Pani Mulai Operasi, EMAS Bidik Produksi 115 Ribu  

Reporter : Ardhia Putri
Kawasan Tambang Emas Pani milik PT Merdeka Gold Resources Tbk yang tengah memasuki fase ramp-up operasional dengan peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan infrastruktur penambangan. (humas)

Kilasbisnis.com, Surabaya - PT Merdeka Gold Resources Tbk mulai mencatat produksi awal Tambang Emas Pani seiring transisi menuju operasi komersial. Pada kuartal I 2026, Perseroan mencatat produksi emas sebesar 1.818 ounces dengan penjualan perdana 516 ounces. Capaian ini menandai transisi proyek Pani dari tahap konstruksi menuju operasi komersial.

Saat ini, pengolahan masih ditopang satu heap leach pad aktif sehingga membatasi volume bijih yang diproses dan belum mencerminkan efisiensi optimal. Perseroan tengah menyelesaikan pembangunan sisa kapasitas heap leach dan menargetkan dua sel aktif beroperasi pada paruh kedua 2026.

Baca juga: MBMA Bukukan Pendapatan US$1,43 Miliar pada 2025

Pengoperasian dua sel tersebut diperkirakan meningkatkan laju penumpukan bijih dan produksi emas secara signifikan, dengan sebagian besar volume diproyeksikan terealisasi pada semester II. Untuk 2026, EMAS menargetkan produksi emas sebesar 100.000 hingga 115.000 ounces.

Pada tahap awal, biaya masih berada pada level tinggi. Cash cost tercatat US$1.202 per ounce termasuk royalti, atau US$969 per ounce di luar royalti. Perseroan memperkirakan biaya akan menurun seiring peningkatan skala produksi, dengan kisaran panduan US$900–1.100 per ounce untuk 2026, tidak termasuk kredit perak dan royalti.

Baca juga: Merdeka Gold Ajukan Pencatatan Saham di Bursa Hong Kong

Di sisi penambangan, produksi bijih mencapai 2,5 juta ton. Capaian ini didukung pengembangan jalan angkut dan optimalisasi armada berkapasitas besar untuk menekan biaya per unit.

Presiden Direktur Boyke P. Abidin menyatakan fase ramp-up menjadi fondasi efisiensi jangka panjang. “Kami melihat momentum yang kuat dalam peningkatan produksi, yang kami yakini akan mendorong tingkat produksi yang lebih tinggi dan konsisten ke depan seiring dengan berjalannya peningkatan skala operasi,” ujarnya.

Baca juga: Merdeka Gold Resources Kirim Perdana 44 Kg Dore ke Antam

Di sisi eksplorasi, pengeboran di Kolokoa menghasilkan indikasi tambahan sumber daya dalam empat bulan. Temuan ini mendukung potensi perpanjangan umur tambang. Kegiatan eksplorasi akan terus dilanjutkan untuk memperluas basis sumber daya. (*)

 

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru