Kilasbisnis.com, Jakarta -- PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) membukukan pertumbuhan kinerja sepanjang 2025. Perusahaan mencatat laba bersih non-revaluasi sebesar Rp188,83 miliar atau naik 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp121,38 miliar.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (30/6), pendapatan usaha SIER juga meningkat 15 persen menjadi Rp672,24 miliar dari Rp585,85 miliar pada 2024.
Baca juga: PLN Nusantara Power Perkuat Konservasi Penyu di Pantai Serang Blitar
Kenaikan pendapatan itu turut mendongkrak laba usaha menjadi Rp202,48 miliar atau tumbuh 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp138,72 miliar.
Di sisi neraca, total aset perusahaan naik dari Rp21,39 triliun menjadi Rp21,86 triliun. Sementara posisi kas akhir tahun tercatat Rp621,59 miliar yang mencerminkan kondisi likuiditas perusahaan tetap kuat.
Kinerja tersebut turut meningkatkan nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Dividen SIER terus naik dalam empat tahun terakhir, dari Rp48,5 miliar pada 2022, menjadi Rp66,3 miliar pada 2023, Rp71,6 miliar pada 2024, dan kembali meningkat menjadi Rp76,8 miliar berdasarkan hasil RUPS Tahun Buku 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama SIER Rizka Syafittri Siregar mengatakan capaian tersebut merupakan hasil transformasi bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, serta optimalisasi aset yang dilakukan perseroan.
"Kinerja ini menjadi bukti bahwa strategi transformasi yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Pertumbuhan yang kami raih bukan hanya tercermin dari sisi finansial, tetapi juga dari semakin optimalnya pemanfaatan aset dan meningkatnya kepercayaan investor maupun tenant terhadap PT SIER," kata Rizka dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7).
Baca juga: EMAS Produksi 1.818 Ounce Emas pada Kuartal I 2026
Menurut Rizka, salah satu penyumbang pertumbuhan berasal dari optimalisasi aset kawasan industri. Sepanjang 2025, persewaan lahan PPTI seluas 16,39 hektare kepada delapan tenant menghasilkan pendapatan sebesar Rp263,93 miliar.
Di sektor logistik, SIER juga telah menyelesaikan pembangunan gudang logistik enam chamber di kawasan industri. Fasilitas tersebut telah terisi penuh dan hingga akhir 2025 menghasilkan pendapatan Rp1,97 miliar.
Selain itu, perusahaan mempercepat transformasi digital melalui pembangunan jaringan fiber optic sebagai tulang punggung digital kawasan industri. Hingga akhir 2025, SIER telah melakukan migrasi layanan internet dengan total 94 sambungan.
Perseroan juga mengembangkan layanan pengelolaan lingkungan melalui kerja sama pengolahan limbah cair non-B3 dari luar kawasan. Kerja sama tersebut memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp130,41 miliar sepanjang 2025.
Baca juga: Donor Darah SIER Himpun 157 Kantong, Antusiasme Warga Mengalir di Peringatan Hari Donor Sedunia
Rizka mengatakan SIER akan terus memperkuat infrastruktur kawasan industri, mengembangkan layanan berbasis teknologi, serta menjaga tata kelola perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Editor : Redaksi