Kilasbisnis.com, Jakarta – Tujuh mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, melakukan kunjungan akademik ke PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari aktualisasi mata kuliah Teori Manajemen dan Perkembangannya melalui pembelajaran langsung di dunia industri.
Diskusi yang berlangsung selama hampir tiga jam digelar di ruang pertemuan Cakra Kembar dan dipimpin Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang. Para mahasiswa didampingi dosen pembimbing, Prof. Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar, M.Sc.
Baca juga: Kinerja SIER Naik, Laba Bersih Melonjak 56 Persen pada 2025
Ketujuh mahasiswa tersebut merupakan angkatan pertama Program Doktor Manajemen IPB University. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari dosen, tenaga ahli, hingga konsultan.
Dalam paparannya, Franciscus Welirang menjelaskan perjalanan Bogasari sebagai industri tepung terigu nasional pertama di Indonesia yang pada tahun ini memasuki usia ke-55. Ia juga memaparkan perkembangan industri pangan nasional, peran tepung terigu dalam rantai pasok pangan, hingga strategi perusahaan dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, industri tepung terigu memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan nilai tambah dalam perekonomian nasional. Meski merupakan produk antara yang tidak dikonsumsi secara langsung, tepung terigu menjadi bahan baku berbagai produk pangan yang mendorong lahirnya jutaan pelaku UMKM sekaligus membuka lapangan kerja.
"Hampir 70 persen pelanggan Bogasari merupakan pelaku UMKM," kata Franky Welirang, sapaan akrab Franciscus Welirang.
Ia menambahkan, tepung terigu juga memiliki karakteristik yang fleksibel sehingga mudah dipadukan dengan berbagai bahan pangan lokal. Sejumlah mitra UMKM Bogasari telah mengembangkan produk berbasis terigu yang diperkaya komoditas daerah, seperti salak, durian, buah naga, wortel, singkong, hingga aneka kacang-kacangan.
"Melalui tepung terigu, nilai ekonomi produk pertanian lokal dapat terus ditingkatkan. Potensi keanekaragaman pangan berbasis kearifan lokal inilah yang terus dikembangkan Bogasari melalui Bogasari Baking Center (BBC), yang memberikan pelatihan kepada UMKM maupun masyarakat yang ingin memulai usaha di bidang pangan," ujar Franky.
Baca juga: PLN Nusantara Power Perkuat Konservasi Penyu di Pantai Serang Blitar
Dalam kegiatan tersebut, Franky didampingi Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma, Senior Vice President Manufacturing Bobby Ariyanto, Vice President Human Resources Anwar, serta Manajer Produksi Nyoman Arthadana.
Selain mengikuti sesi diskusi, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke laboratorium, area produksi Mill AB, serta dermaga Bogasari. Berbagai topik dibahas, mulai dari manajemen operasional, strategi pemasaran, tata kelola perusahaan, hingga implementasi prinsip keberlanjutan.
Para mahasiswa turut menggali berbagai program keberlanjutan yang dijalankan Bogasari, antara lain pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pemanenan air hujan (rainwater harvesting), penanaman mangrove, serta pengelolaan limbah.
Di akhir kegiatan, Prof. Jono Mintarto Munandar menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Bogasari kepada mahasiswa Program Doktor IPB University.
Baca juga: EMAS Produksi 1.818 Ounce Emas pada Kuartal I 2026
Menurutnya, kunjungan akademik tersebut memberikan pengalaman yang memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai penerapan teori manajemen di dunia industri.
"Kunjungan ini memberikan banyak wawasan baru, baik dari sisi teori maupun praktik. Pengamatan langsung di lapangan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa doktoral. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang," ujarnya.
Versi ini mengikuti karakter penulisan berita CNN Indonesia: lead langsung pada inti informasi, paragraf pendek, kutipan dipadatkan, penggunaan bahasa formal dan lugas, serta mengurangi pengulangan tanpa mengubah substansi.
Editor : Redaksi