Penjualan MDKA Capai US$817,3 Juta pada Kuartal III 2026

Reporter : Ardhia Putri
Produksi nikel dan emas menopang penjualan MDKA sebesar US$817,3 juta pada kuartal III 2026. (Foto : Humas MDKA)

Kilasbisnis.com, Jakarta — PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA) mencatat penjualan produk sebesar US$817,3 juta pada kuartal III 2026. Penjualan terutama ditopang produk nikel, yakni Nickel Pig Iron (NPI), bijih limonit, dan High Grade Nickel Matte (HGNM). Portofolio emas, tembaga, dan asam sulfat turut memperluas kontribusi dari berbagai lini operasi Grup.

Produksi bijih nikel di Sulawesi mencetak rekor kuartalan. Produksi saprolit mencapai 3,3 juta wet metric tonnes (wmt), naik 68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan produksi limonit meningkat 62% menjadi 9,0 juta wmt. Produksi NPI tercatat sebesar 20.553 ton kandungan nikel dan HGNM mencapai 9.436 ton. NPI, limonit, dan HGNM menjadi kontributor penjualan terbesar Grup pada kuartal tersebut.

Baca juga: EMAS Percepat Pembangunan CIL Fase 2, Targetkan Peningkatan Produksi Pani Gold Mine

“Kuartal ketiga ini mencerminkan portofolio Perseroan yang semakin solid. Operasi nikel terus berkembang, Tambang Emas Pani mencatat pertumbuhan produksi yang kuat, dan bisnis hilirisasi mulai berkontribusi dari rentang produk yang lebih luas. Kami tetap fokus pada keandalan operasi dan disiplin alokasi modal,” ujar Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk Albert Saputro.

Di sektor emas, Tambang Emas Pani memproduksi 26.331 ons pada kuartal III, naik 69% dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan produksi sejalan dengan peningkatan kapasitas operasi pelindian tumpukan (*heap leach*). Tambang Emas Tujuh Bukit menghasilkan 23.811 ons. Secara gabungan, kedua tambang tersebut memproduksi 50.142 ons emas. Di Tujuh Bukit, perusahaan juga melanjutkan eksplorasi dan optimalisasi operasional; hasil eksplorasi disebut telah memperpanjang estimasi umur tambang setidaknya hingga 2033.

Operasi Acid Iron Metal (AIM) menjual sekitar 290.000 ton asam sulfat dan mencatat nilai penjualan produk sebesar US$98,4 juta. Kinerja ini didukung harga jual yang menguntungkan dan operasi yang stabil di kedua lini pabrik asam sulfat. AIM juga memasok asam sulfat untuk mendukung operasi HPAL di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Baca juga: Nellava Perkuat Komitmen Pelanggan dengan Kemurnian 999,9

Di Wetar, produksi tembaga mencapai 1.265 ton. Operasi difokuskan pada pemulihan nilai dari material *heap leach* yang tersedia melalui penggemburan ulang (*re-fluffing*) dan bioleaching. Bioleaching memulihkan 35 ton tembaga selama kuartal tersebut, sementara upaya optimalisasi untuk meningkatkan tingkat ekstraksi masih berlanjut.

Di luar kinerja operasi, MDKA melanjutkan pengembangan proyek-proyek pertumbuhan jangka panjang. Proyek Tembaga Tujuh Bukit telah melewati tahap Studi Kelayakan. Perusahaan kini mengerjakan optimalisasi rencana tambang yang mengintegrasikan pengembangan tambang bawah tanah dan potensi tambang terbuka.

Pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) Tahap 1 di Tambang Emas Pani juga berlanjut. Desain rekayasa dasar telah selesai, desain rinci telah mengalami kemajuan, peralatan utama dengan waktu pemesanan panjang telah diamankan, dan kontraktor konstruksi mulai dimobilisasi. Area landasan CIL yang tersisa ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.

Baca juga: EMAS Produksi 1.818 Ounce Emas pada Kuartal I 2026

CIL Tahap 1 dirancang memiliki kapasitas pemrosesan 12 juta ton per tahun (Mtpa), dengan kapasitas cadangan hingga sekitar 14,4 Mtpa. MDKA juga merencanakan fasilitas CIL kedua dengan skala serupa. Jika pembangunan dan uji coba kedua fasilitas berjalan sesuai rencana, kapasitas produksi gabungan ditargetkan mencapai 500.000–700.000 ons emas per tahun, dibandingkan target 250.000–350.000 ons per tahun dari Tahap 1.

MDKA menyatakan akan terus mengelola faktor yang dapat memengaruhi kinerja, termasuk harga komoditas, biaya bahan bakar dan energi, nilai tukar, cuaca, serta kebijakan regulasi. Perseroan juga menyebut akan menjaga fokus pada target produksi, keandalan operasi, disiplin biaya, dan alokasi modal.

Editor : Sekar Arum Catur

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru