MENU Sabtu, 30 Agu 2025 12:42 WIB
x kilasbisnis.com skyscraper
x kilasbisnis.com skyscraper

Fast Fashion: Tren Murah yang Tinggalkan Jejak Panjang  

Kilasabisnis.com, Surabaya - Industri fast fashion terus berkembang pesat dengan menghadirkan pakaian murah dan tren terbaru dalam waktu singkat. Model bisnis ini memungkinkan konsumen memperoleh busana sesuai gaya terkini tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Namun, di balik popularitasnya, fast fashion membawa dampak serius bagi lingkungan dan pekerja.  

Laporan berbagai lembaga lingkungan menyebut industri mode sebagai salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia. Proses produksi, terutama pewarnaan kain, menghasilkan limbah kimia berbahaya yang mencemari air. Selain itu, penggunaan bahan sintetis seperti poliester menambah tumpukan sampah plastik yang sulit terurai. Produksi kapas pun membutuhkan ribuan liter air untuk satu kaus, memperburuk krisis air di sejumlah wilayah.  

Dampak sosial juga menjadi sorotan. Banyak buruh garmen di negara berkembang bekerja dengan upah rendah, jam kerja panjang, dan kondisi berisiko. Tragedi runtuhnya Rana Plaza di Bangladesh pada 2013 menjadi simbol nyata dari sisi gelap industri ini.  

Meski demikian, kesadaran konsumen mulai bergeser. Generasi muda mulai melawan. Mereka bangga *thrifting*. Bangga pakai baju bekas. Bangga bertanya: *Who made my clothes?* Gerakan *slow fashion* tumbuh. Beberapa merek besar pun mulai ikut. Koleksi ramah lingkungan. Program daur ulang.  

Fast fashion masih jadi tren global. Tapi masa depan mode? Itu soal pilihan. Mau tetap cepat dan murah. Atau mau lebih hijau. Lebih adil. Lebih manusiawi.  

Gerakan *slow fashion*, *thrifting*, dan kampanye #WhoMadeMyClothes mendorong perubahan menuju industri mode yang lebih etis dan berkelanjutan.

Beberapa merek besar kini mulai menghadirkan koleksi ramah lingkungan serta program daur ulang.  

Fast fashion tetap menjadi tren global, tetapi masa depan mode bergantung pada pilihan konsumen dan komitmen industri untuk bertransformasi.  (*)

---
*Diolah dari beberapa sumber
Berita Terbaru
Rabu, 27 Agu 2025 18:10 WIB

Perkuat Fondasi Komunitas, Kanan Kiri Gelar Turnamen Golf Perdana

Kilasbisnis.com, Surabaya -  Semangat kemerdekaan bisa hadir dalam banyak bentuk. Bagi komunitas golf Kanan Kiri, semangat itu diwujudkan melalui ayunan stik
Rabu, 27 Agu 2025 11:44 WIB

NasDem Tegaskan Dukungan Khofifah–Emil, Respons Isu Pemakzulan 

Kilasbisnis.com, Surabaya – Partai NasDem memastikan tetap mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa–Emil Elestianto Dardak dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tim
Rabu, 27 Agu 2025 11:14 WIB

Satgas Pangan Polda Jatim Gelar Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah

Kilasbisnis.com,Surabaya - Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Rabu, 27 Agu 2025 10:53 WIB

Pemerintah dan Aparat Tegas Awasi Gula Rafinasi, Target Swasembada 2026 Dikejar

Kilasbisnis.com,Surabaya - Pemerintah bersama aparat penegak hukum memperketat pengawasan peredaran gula rafinasi yang kerap bocor ke pasar konsumsi. Dalam
Rabu, 27 Agu 2025 09:58 WIB

5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membuat Hidup Lebih Panjang

Kilasbisnis.com, Surabaya - Setiap orang mendambakan hidup sehat dan bugar, namun sering kali gaya hidup modern membuat kita sulit menjaga keseimbangan.
Selasa, 26 Agu 2025 22:33 WIB

Rumah Literasi Digital Dorong Jurnalis Jadi Agen Literasi di Era Media Sosial

Kilasbisnis.com, Surabaya -  Rumah Literasi Digital (RLD) Surabaya menggelar Jagongan Bareng di Jalan Kacapiring No. 6, Surabaya, menghadirkan dua pakar