Kilasbisnis.com, Surabaya - Surabaya seolah punya sihir baru menjelang akhir tahun. Bukan dari langit, bukan pula dari lampu kota. Tapi dari sebuah hotel yang sudah lama berdiri gagah di tengah kota: Shangri-La Surabaya.
Mereka menyebutnya Enchanted Wonders. Sebuah tema yang bukan sekadar dekorasi, tapi pengalaman. Lobby hotel berubah jadi dunia lain — lampu-lampu berkelip, aroma kayu manis bercampur kopi, dan di tengahnya berdiri pohon Natal besar yang memantulkan cahaya ke segala arah.
Penyalaan pohon Natal itu bukan sekadar seremoni. Ada paduan suara, musik lembut, dan Santa yang datang bukan untuk anak-anak saja, tapi untuk siapa pun yang masih percaya pada keajaiban kecil di tengah hidup yang cepat ini.
Enchanted Wonders bukan cuma nama. Ia seperti ajakan untuk berhenti sejenak, menarik napas, lalu menikmati hidup — meski hanya di lobi hotel.
Tahun ini, Shangri-La tidak hanya menjual kamar. Mereka menjual rasa tinggal. Ada tiga paket yang ditawarkan — semua dengan nama yang berkilau seperti lampu malam Natal.
Yang pertama, Christmas Eve Dinner Staycation. Bayangkan malam Natal di kamar hangat, makan malam untuk dua orang, dan suara musik lembut dari bawah.
Yang kedua, Glitzy Glam Feast Staycation. Tahun Baru di Jamoo, restoran yang selalu penuh cerita.
Dan yang terakhir, Glitzy Glam Celebration Staycation — versi paling mewah. Makan malam di Lobby Lounge, tempat semua lampu dan tawa berkumpul.
Harga mulai dua jutaan. Tapi nilainya? Mungkin lebih dari sekadar angka. Karena di sini, yang dijual bukan tempat tidur, tapi suasana. Bukan makanan, tapi kenangan.
“Musim perayaan tahun ini di Shangri-La Surabaya dirancangdengan cermat untuk membawa para tamu memasuki dunia penuh keajaiban dan kebersamaan. ‘Enchanted Wonders’ mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkanpengalaman berkesan yang merayakan semangat Natal—kegembiraan, kemurahan hati, dan kebersamaan,” ujar Gurpreet Gulati, General Manager Shangri-La Surabaya.
Malam Tahun Baru: Glitzy Glam yang Tak Sekadar Glitzy
31 Desember nanti, Shangri-La akan jadi panggung besar. Mereka menyiapkan pesta bertema Midnight Glitzy Glam — pesta yang bukan hanya soal gemerlap, tapi juga soal bagaimana Surabaya merayakan harapan.
Lobby Lounge akan jadi pusatnya. Ada penyanyi profesional, tarian, permainan, dan grand prizes. Semua dikemas bukan untuk pamer kemewahan, tapi untuk menciptakan momen yang tak bisa diulang.
Sementara di Jamoo, Nishimura, dan Sapore Osteria, para chef menyiapkan menu terakhir di tahun 2025. Mungkin sederhana, tapi penuh makna: makan malam terakhir sebelum dunia berganti angka.
Shangri-La Surabaya tidak sedang sekadar merayakan Natal atau Tahun Baru. Mereka sedang menghidupkan kembali perasaan.
Bahwa di tengah dunia yang serba cepat, masih ada tempat yang mau berhenti sejenak — menyalakan lampu, menyajikan makan malam, dan mengingatkan kita bahwa kebahagiaan kadang datang dalam bentuk sederhana: musik, cahaya, dan seseorang di sebelah kita yang tersenyum.
Itulah Enchanted Wonders. Dan mungkin, itulah keajaiban yang sebenarnya.
Editor : Redaksi