Kilasbisnis.com, Surabaya - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat peningkatan volume angkutan penumpang sepanjang 2025 dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah KAI Daop 8 Surabaya.
Sepanjang 2025, jumlah penumpang kereta api di wilayah KAI Daop 8 Surabaya mencapai 6.057.816 pelanggan. Angka ini meningkat dibandingkan realisasi 2024 sebanyak 5.864.312 pelanggan atau tumbuh sekitar 3 persen.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh insan KAI serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan setia yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi pilihan. Peningkatan kinerja angkutan penumpang di 2025 menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pada 2026. KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen memberikan layanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang,” ujar Mahendro.
Ia menambahkan, pertumbuhan jumlah penumpang juga didukung berbagai upaya peningkatan layanan yang dilakukan secara konsisten. Upaya tersebut meliputi peningkatan fasilitas stasiun, keandalan operasional perjalanan kereta api, kenyamanan sarana dan prasarana, serta optimalisasi pelayanan pelanggan.
Selain itu, aspek keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan penumpang. KAI Daop 8 Surabaya juga akan terus melakukan inovasi layanan serta penyesuaian operasional pada 2026 untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat.
Pada 2026, KAI Daop 8 Surabaya menargetkan volume pelanggan rata-rata harian sebesar 19.415 penumpang. Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen meningkatkan kinerja angkutan penumpang guna menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, berkelanjutan, dan berdaya saing.
“KAI Daop 8 Surabaya akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan untuk menjawab kebutuhan transportasi masyarakat yang semakin dinamis serta mendukung konektivitas di wilayah Jawa Timur,” pungkas Mahendro.
Editor : Redaksi