Kilasbisnis.com, Bali – Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, bersama Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, meninjau Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (30/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan angkutan selama Operasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dalam kesempatan itu, Kakorlantas Agus menjelaskan, pengamanan Nataru difokuskan pada empat klaster utama, yakni jalan tol dan jalan nasional, titik penyeberangan termasuk bandara, stasiun, dan terminal, tempat ibadah, lokasi wisata, serta pengamanan perayaan malam Tahun Baru.
“Empat klaster tersebut meliputi jalan tol dan jalan nasional, tempat penyeberangan termasuk bandara, stasiun, dan terminal, kemudian tempat ibadah, lokasi wisata, serta pengamanan perayaan malam Tahun Baru,” ujar Agus.
Hingga saat ini, arus mudik Natal dan Tahun Baru tercatat cukup terkendali. Sekitar 64 persen masyarakat telah meninggalkan wilayah Jakarta menuju berbagai daerah, baik melalui jalur Trans Jawa, Sumatra, maupun ke Bali, termasuk Badung.
Sementara itu, Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan, peninjauan ini bertujuan memastikan angkutan Nataru 2025–2026 siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang merayakan Natal dan berlibur Tahun Baru.
“Kami hadir di Pelabuhan Gilimanuk untuk melihat langsung kesiapan angkutan Nataru 2025–2026, guna memastikan layanan terbaik bagi masyarakat,” kata Dudy.
Dalam kunjungan tersebut, Menhub juga mencatat, jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sepanjang 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara keseluruhan, perjalanan udara baik domestik maupun internasional naik sekitar 3 persen dibanding tahun sebelumnya,” tambah Dudy.
Terkait cuaca, Menhub menegaskan hingga kini faktor cuaca belum terlalu memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian. Meski demikian, Kemenhub tetap mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik dan selalu memperhatikan informasi cuaca terkini.
“Dari data yang ada, kondisi cuaca tidak terlalu berpengaruh terhadap animo masyarakat berlibur. Namun, kami tetap mengingatkan pentingnya perencanaan perjalanan,” ujar Dudy.
Selain itu, Menhub juga mengingatkan petugas layanan dan pengguna jasa penyeberangan untuk selalu waspada, memastikan seluruh kapal dalam kondisi laik laut, serta secara berkala menyampaikan informasi cuaca kepada masyarakat guna mengantisipasi potensi risiko selama periode Nataru.
Editor : Redaksi