x kilasbisnis.com skyscraper
x kilasbisnis.com skyscraper

Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

Kilasbisnis.com, Surabaya — Arus peti kemas yang melalui seluruh terminal di bawah pengelolaan PT Pelindo Terminal Petikemas mencapai 13,34 juta TEUs sepanjang Januari hingga Desember 2025. Capaian tersebut tumbuh 6,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 12,48 juta TEUs.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan total arus peti kemas itu terdiri atas peti kemas domestik sebesar 8,94 juta TEUs dan peti kemas internasional sebanyak 4,40 juta TEUs.

“Pertumbuhan arus peti kemas pada 2025 didorong oleh meningkatnya permintaan pengiriman barang menggunakan peti kemas,” kata Widyaswendra, Dalam keterangannya Kamis (15/1).

Ia menjelaskan, peningkatan juga tercermin dari bertambahnya kunjungan kapal di sejumlah terminal. Kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas distribusi dan permintaan komoditas di berbagai daerah.

Menurut Widyaswendra, TPK Jambi mencatat kenaikan arus peti kemas seiring meningkatnya permintaan komoditas semen akibat pembangunan properti. 

Sementara itu, pertumbuhan di TPK Ternate dipicu oleh pengiriman barang untuk kebutuhan pertambangan di Halmahera. Hal serupa juga terjadi di TPK Merauke yang terdongkrak pelaksanaan program strategis nasional di Provinsi Papua Selatan.

Dari sisi internasional, Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tumbuh 10,28 persen, dari 3,99 juta TEUs pada 2024 menjadi 4,40 juta TEUs pada 2025. Salah satu terminal dengan pertumbuhan signifikan adalah Terminal Teluk Lamong yang meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan di Terminal Teluk Lamong didorong oleh penambahan lima layanan atau service baru,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan arus peti kemas internasional juga dipengaruhi oleh meningkatnya pengiriman barang ke Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, dan China yang melalui TPK Semarang.

Sementara itu, ekonom senior INDEF Didik J. Rachbini menilai pertumbuhan arus peti kemas memiliki keterkaitan erat dengan kinerja perekonomian nasional.Ia mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen pada triwulan III 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, aktivitas produksi melalui industrialisasi harus terus ditingkatkan. Industri manufaktur, perdagangan, dan ekspor akan berdampak langsung pada peningkatan arus peti kemas,” ujar Didik.

Ia mencontohkan program hilirisasi nikel yang mulai memberikan hasil signifikan. Nilai ekspor produk turunan nikel pada 2024 tercatat mencapai US$33,9 miliar, melonjak tajam dibandingkan 2017 yang hanya sebesar US$3,3 miliar.

Didik menambahkan, industri, investasi, dan ekspor ke pasar global menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Dalam konteks tersebut, arus peti kemas berperan sebagai tulang punggung jasa logistik.

Pandangan senada disampaikan Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group, Agus Pambagio. Ia menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung untuk memperkuat daya saing nasional.

“Keberadaan pelabuhan yang berfungsi sebagai transhipment hub sangat penting agar arus perdagangan lebih efisien dan tertata,” kata Agus.

Menurutnya, kebijakan dan regulasi juga harus selaras serta mendukung iklim investasi agar pembangunan dan pengembangan pelabuhan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Berita Terbaru
Kamis, 15 Jan 2026 18:23 WIB

PLN Nusantara Power Tegaskan Komitmen Zero Accident saat Pembukaan Bulan K3 Nasional di PLTGU Muara Tawar

Kilasbisnis.com, Jakarta -  PT PLN Nusantara Power (PLN NP) membuka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap
Rabu, 14 Jan 2026 13:06 WIB

Waspada Child Grooming di Era Interaksi Digital

Ruang digital yang semakin akrab dengan anak membuka risiko terjadinya praktik child grooming secara bertahap.
Rabu, 14 Jan 2026 12:56 WIB

Mengenal Modus Child Grooming di Ruang Digital

Aktivitas anak di ruang digital membuka celah terjadinya child grooming, kejahatan yang dilakukan secara bertahap dan terselubung.
Rabu, 14 Jan 2026 12:47 WIB

Angkutan Barang KAI Daop 8 Surabaya Naik 38,18 Persen

Volume angkutan barang KAI Daop 8 Surabaya pada 2025 mencapai 2.847.250 ton, meningkat signifikan dibandingkan 2024.
Rabu, 14 Jan 2026 10:27 WIB

SIG Dorong Peluang Bisnis 2026 di Tengah Tantangan Industri Semen

Di tengah tantangan industri semen domestik, SIG memperkuat sinergi dengan mitra melalui gelaran Infrastructure Summit.
Rabu, 14 Jan 2026 10:15 WIB

Cuaca Jawa Timur Didominasi Berawan dan Hujan, Ini Prakiraan BMKG

Prakiraan cuaca terbaru BMKG Juanda menunjukkan kondisi berawan hingga hujan berpeluang terjadi di Jawa Timur, termasuk kawasan pegunungan.