Siswa Sekolah Dasar Unjuk Karya Fotografi di Wisma Jerman

Reporter : Ardhia Putri

Kilasbisnis.com,Surabaya — Pameran fotografi bertajuk What We See menampilkan karya anak-anak dari Klub Fotografi SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo di Wisma Jerman, Surabaya, Jawa Timur, pada 6 Juni 2026.

Melalui kamera, para fotografer cilik menampilkan berbagai hal sederhana di sekitar mereka, mulai dari momen kecil, sudut ruang, ekspresi, cahaya, hingga detail yang kerap luput dari perhatian orang dewasa.

Baca juga: Lomba Mancing Mania Kapolres Cup 2026 Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80

Pameran yang diikuti 16 fotografer cilik tersebut dikuratori oleh Idealita Ismanto. Menurut Idealita, pameran ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan karya mereka yang merupakan hasil arsip pembelajaran fotografi selama hampir tiga tahun.

“Pameran ini merupakan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan karyanya. Dari arsip karya selama hampir tiga tahun belajar, karya-karya yang terpilih menjadi pengingat bahwa fotografi bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk oleh anak-anak, tentu dengan bimbingan yang tepat,” ujar Idealita.

Fotografer yang terlibat dalam What We See adalah Rafardan Abhinara Atmaja, Keanu Pramono, Brian Delta Ramadhan, Muhammad Rayyan Firdaus, Celine Justopo, Nicole Arno Priyono, Nelson Arno Priyono, Muhammad Ammar Faqih, Giannino Arkananta Byan, Helsa Emunahope, Estrella Dya Kumaralalita, Leona Sarah Emyra, Jasmine Alyka Fernanda, Deandra Rahmi Davintio, Keanu Pramono Dewa, dan Ibrahim Maliq Parsa.

Kepala Sekolah SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Ririn Indriyanti, saat pembukaan pameran menyampaikan kebanggaannya terhadap karya yang dihasilkan para siswa anggota klub fotografi.

“Melalui pameran What We See, anak-anak menunjukkan bahwa mereka mampu mengamati, merasakan, dan menceritakan dunia di sekitar mereka dengan cara yang unik dan penuh makna. Setiap foto bukan hanya hasil jepretan kamera, tetapi juga cerminan kreativitas, kepekaan, dan keberanian mereka dalam mengekspresikan diri. Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk terus berkarya, berinovasi, dan percaya pada potensi yang dimiliki,” ujar Ririn.

Management Advisor Wisma Jerman, Mike Neuber, mengatakan pameran tersebut memberikan kesempatan bagi orang dewasa untuk melihat dunia dari perspektif anak-anak.

“Kita sebagai orang dewasa juga bisa belajar dari perspektif mereka. Oleh karena itu, pameran seperti ini sangat berharga karena dapat membuka wawasan kita sebagai orang dewasa. Saya berharap pameran fotografi What We See dapat memberikan inspirasi untuk melihat sesuatu yang biasa dengan cara yang luar biasa seperti anak-anak ini,” ujar Mike.

Baca juga: TPS Raih Penghargaan Produktivitas dan Manajemen Risiko

Salah satu peserta pameran, Celine Justopo, mengaku senang belajar fotografi dan memanfaatkan kemampuan yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Seru banget dan asyik, aku bisa motret dan membuat foto yang menarik. Ilmu fotografi yang didapat aku pakai di rumah untuk bantu motret produk jualan papa,” ujar Celine.

Foto-foto yang ditampilkan dalam pameran memiliki beragam tema dan pendekatan. Dengan gaya foto tunggal, karya para peserta menjadi sarana ekspresi masing-masing pameris.

Sejumlah karya menampilkan anak yang mengintip dari balik lubang tembok, ekspresi wajah teman-teman mereka, hingga bentuk-bentuk visual yang dihasilkan melalui penggunaan kecepatan rendah.

Baca juga: Unesa Bagikan 35.000 Porsi Sarapan Pagi, Dukung Konsentrasi Mahasiswa Selama UAS

Selain menampilkan karya fotografer cilik, pameran juga diisi diskusi yang menghadirkan Founder Disabilitas Berkarya, Leo Arif Budiman. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan proses belajar fotografi sekaligus tantangan yang dihadapi.

Setiap foto dalam pameran ini tidak hanya menjadi hasil proses belajar di klub fotografi sekolah, tetapi juga merepresentasikan cerita keseharian, kesederhanaan, rasa ingin tahu, dan kreativitas anak-anak melalui cara mereka memandang dunia.

What We See juga menjadi pengingat bahwa perspektif anak-anak memiliki kepekaan tersendiri yang dapat menghadirkan makna baru dari hal-hal yang tampak biasa.

Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang pertemuan antara anak-anak, praktisi seni visual, pendidik, dan masyarakat luas. Pameran berlangsung pada 7–9 Juni 2026.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru