Kilasbisnis.com, Surabaya- Di tengah ketidakpastian global, perekonomian Jawa Timur tetap tumbuh positif pada tahun 2024, mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,93% (yoy), berkat peningkatan konsumsi swasta dan investasi.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, menekankan pentingnya soliditas perekonomian daerah sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045, dan perlunya strategi untuk mengatasi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
Untuk mendorong kinerja ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya, akan menyelenggarakan seminar ekonomi "Jatim Talk" pada 20 Maret 2024.
“Solidnya perekonomian Jawa Timur menjadi bekal menuju Indonesia Emas 2045 mendatang, sehingga perlu didorong terutama dalam mengantisipasi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks”, jelas Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak.
Jatim Talk bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan awareness stakeholder terkait potensi peningkatan produktivitas dan inovas! sektor unggulan serta menjadi forum diskusi dalam merumuskan rekomendasi strategis yang implementatif dalam mendukung ketahanan perekonomian Jawa Timur.
“Mempertimbangkan pentingnya peran Jawa Timur bagi perekonomian nasional, perlu dirumuskan strateg kebyakan untuk mengoptimalkan kinerja ekonomi sektor unggulan di Jawa Timur,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, dalam Sambutannya.
Prof. Ari Kuncoro (Guru Besar FEB Univesitas Indonesia), Andhika P. Herlambang (Sekretaris Bappeda Provinsi Jawa Timur), Fajar Hadi Pratama (Perencana Ahli Kementerian PPN/Bappenas), serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, M. Noor Nugroho, hadir sebagai narasumber untuk memberikan pandangan ahli.
Dalam paparannya, Fajar Hadi Pratama menyampaikan bahwa dengan kondisi ketegangan politik yang terus tereskalasi, diperlukan langkah transformatif dan imperatif untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Private investment dirasa dapat menjadi salah satu kunci untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dengan berfokus pada pengembangan sektor unggulan daerah yang dapat diimplementasikan antara lain melalui penguatan iklim bisnis - termasuk melalui pemberian insentif.
Sementara itu, Prof. Ari Kuncoro dalam paparannya menyampaikan bahwa transformasi ekonomi diperlukan untuk lebih mendiversifikasikan sumber pertumbuhan ekonomi.
Secara spesifik, Jawa Timur telah memiliki strategi komprehensif dalam mendukung Indonesia Emas 2045.
“Nawa Bhakti Satya dirumuskan sebagai jawaban dari peluang dan tantangan agar selaras dengan visi misi Nasional yang mencakup program Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Akses, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Berkah Amanah, Jatim Agro, Jatim Harmoni dan Jatim Lestari”, jelas Andhika P. Herlambang.
Sesi pemaparan diakhiri oleh M. Noor Nugroho yang menyampaikan bahwa perekonomian Jawa Timur diperkirakan membaik pada 2025 didukung oleh permintaan domestik dan eksternal, dengan inflasi yang terkendali dalam kisaran target nasional.
Oleh karena itu, diperlukan akselerasi implementasi bauran kebijakan yang terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas serta mendorong inovasi guna mewujudkan perekonomian Jawa Timur yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan sebagai kontribusi nyata dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Di tengah upaya tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur turut mengingatkan dalam arahan strategisnya terkait pentingnya perencanaan kawasan di awal untuk memastikan tidak adanya permasalahan di kemudian hari.
Rekomendasi utama yang diusung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur untuk mendukung kinerja perekonomian Jawa Timur tetap solid diantaranya mencakup, penguatan dan industrialisasi sektor unggulan eksisting, pengembangan new source of growth khususnya hilirisasi produk kimia dan migas, hilirisasi tembaga dan industri pariwisata dan peningkatan integrasi antar moda, serta pembangunan berbasis kawasan.
Editor : Redaksi